PDIP Paham Betul Jinakkan Prabowo dari Singa Jadi Meong

Prabowo Subianto bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara. (Foto: istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Kedekatan Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo dikomentari beragam oleh publik. Tidak sedikit yang kecewa dan merasa dikhianati, contohnya adalah Rocky Gerung yang kini secara terang-terangan mendeklarasikan menjadi oposisi bagi Prabowo di Pemerintahan.

Kekecewaan itu juga dituangkan sebagian orang dalam artikel-artikel, seperti yang dibuat oleh pengamat politik, Tony Roshid.

Tony menyebut bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjinakkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dari macan menjadi meong.

“Mereka (PDIP, Jokowi, Budi Gunawan-Red) tahu siapa Prabowo dan bagaimana memanfaatkan keluguhan, dan bahkan kelemahan mantan Danjen Kopassus ini untuk mematikan langkah Gerindra. Paham betul bagaimana membuat singa jadi meong,” kata pengamat politik Tony Rosyid dalam artikel berjudul “Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?”, lansir situs nasional, Rabu (16/10/2019).

Kata Tony, rakyat sudah mulai tahu bahwa Prabowo bukanlah seorang jenderal yang kuat pendirian dan memiliki keberanian. “Prabowo tipe jenderal yang gampang dan cepat menyerah. Beda tipis dengan SBY yang peragu dan suka mengeluh,” jelasnya.

Tony mengatakan, istana memahami betul siapa Prabowo dan bagaimana cara menjinakkannya. Para designer istana tak pernah khawatir terhadap Prabowo.

“Punya banyak massa pendukung yang militan saja Prabowo mudah menyerah, apalagi setelah ditinggalkan para pendukungnya,” jelasnya.

Tony mengatakan, Prabowo tak akan berkhianat terhadap istana. Bukan karena tak ada keinginan, tapi semata-mata karena tak ada kekuatan dan kemampuan. “Ketika singa sudah jadi meong, maka tak ada lagi kekuatan yang bisa dibanggakan. Lalu, apa yang ditakuti? Bagi PDIP, Gerindra adalah pelengkap penderita. Hanya dipakai untuk menekan Jokowi agar tak lagi berkiblat ke -dan dikendalikan oleh- Surya Paloh maupun Luhut Binsar Panjaitan (LBP).

Kata Tony, stategi memanfaatkan Gerindra terlihat sangat jitu. “PDIP, dalam hal ini Megawati, nampaknya berhasil menyingkirkan pengaruh Surya Paloh dan LBP dari istana. Bahkan juga Wiranto,” pungkasnya.

Selain Tony Rosyid, bahkan jauh-jauh hari, sejak pertemuan pertama Prabowo dengan Jokowi di MRT, Wartawan Senior sekaligus pengamat politik, Asyari Usman. Tidak tanggung-tanggung, Asyari mempublish sebuah opini dengan judul "Inilah Induk Segala Pengkhianatan".

"Prabowo Subianto, hari ini kau khianati ratusan juta pendukungmu. Kau tusuk perasaan mereka. Dengan entengnya. Dengan mudahnya. Tanpa rasa bersalah." Tulis Asyari Usman dalam Opini yang dipublish di Facebooknya 13 Juli 2019 lalu.

Menurut Asyari, Prabowo, hari ini telah menghancurkan perasaan ratusan juta rakyat Indonesia. Apa pun alasannya, namun menurut Asyari, pertemuan itu menyakitkan hati rakyat yang mendukung Prabowo mati-matian.

"Dan memang banyak yang benar-benar mati. Hilang nyawa." Tegas Asyari.

Dan nyatanya, langkah Prabowo bertemu Jokowi kian mesra dan mulus. Bahkan Prabowo bersama Gerindra sudah menyatakan siap membantu Jokowi dalam pemerintahan jilid dua nanti. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga