Peduli Kesulitan Guru, Spirit 88 Beserta Lintas Alumni 88 Serahkan Donasi

Ketua Umum Spirit 88-84 Dr. Etty Susilowaty (Berkerudung), bercengkrama dengan guru beliau di SMP N 88 Jakarta Barat, Wakidi (Baju garis-garis) yang diketahui menjadi salah satu korban dalam Kebakaran Pasar Timbul Tomang Jakarta Barat.

Jakarta, Akuratnews.com – Kebakaran yang telah menghanguskan ratusan kios dan Rumah Toko (Ruko) di pasar Timbul Tomang Jakarta Barat, jelas telah menyusahkan para korban kebakaran. Di tengah masa sulit akibat pandemi Covid-19, para korban kebakaran harus menanggung kerugian yang tidak sedikit akibat kebakaran yang dinilai akibat dari konsleting tersebut.

Tak dinyana dan diduga, dari sekian ratus korban kebakaran ada Mantan Guru SMP N 88 Jakarta Barat yang menjadi korban. Kejadian ini memanggil kepedulian para alumnus SMP N 88, untuk turut berdonasi demi memperingan penderitaan Sang Guru.

Ketua Umum Spirit 88-84 Dr. Etty Susilowati, mengungkapkan seorang Guru yang bernama Bapak Wakidi bagi murid-muridnya terutama bagi Spirit 88 sudah menjadi orang tua dan sahabat. Bukan lagi hanya sekedar guru yang harus dihormati.

“Pak Wakidi bagi kami adalah guru kami, orang tua kami juga sahabat kami. Dalam keseharian guru kami ini merupakan orang yang bersahaja. Beliau selalu ceria sejak dahulu hingga sekarang di tengah-tengah musibah yang dihadapinya,” ungkapnya saat dihubungi Rabu, (11/8).

Lebih jauh, Wanita yang juga Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi yang merupakan anak usaha Jasa Tirta 1 mengenang, bagaimana seorang Bapak Wakidi menjadi orang yang selalu memberikan nasehat di luar kapasitasnya sebagai seorang guru. Sebagai seorang yang sudah banyak makan asam garam kehidupan, dirinya tak lepas selalau memberikan ilmu kehidupan kepada murid-muridnya.

“Beliau sering menasehati tentang ilmu kehidupan yang kadang belum sempat tersampaikan saat kami di kelas. Meskipun masa sulit Covid ini, beliau selalu tabah dan tawakal menghadapinya,” kenang Penggagas Spirit 88-84 ini.

Sementara itu, Ketua Harian Spirit 88-84 Isworo menjelaskan, Spirit 88-84 dibangun atas dasar kepedulian sesama Keluarga Besar SMP N 88. Berawal karena grade sekolah yang menurun drastis, akhirnya Spirit 88 dibentuk sekaligus untuk membangunkan marwah kepedulian para anggota dan Keluarga Besar SMP N 88.

“Tujuan selain menyambung silaturhami juga untuk membantu teman-teman yang ada kesulitan, kesusahan, maupun keduakaan. Selain itu kita juga mengadakan acara social sejak dibentuk pada bulan November 2017. Awal kita menyelenggarakan acara Khitanan massal. Kita juga menyantuni temen-teman yang mengalami kesulitan ekonomi dan juga ada beberapa acara bakti social yang memang belum bisa diwujudkan di masa pandemi ini,” ungkapnya.

Dalam waktu terpisah, Humas Spirit 88-84 Yulvey, turut memberikan keterangan bagaimana kegiatan Donasi yang dilakukan berhasil terkumpul dana lebih dari Rp. 200 Juta. Seluruh dana ini diserahkan kepada Bapak Wakidi, melalui transfer bank dan Donasi secara langsung.

“Kejadian kebakaran dan salah satu guru kita menjadi korban, akhirnya rutin kami meeting dan koordinasi dengan angkatan lain yang dikoordinasikan melalui lintas angkatan melalui Ketua Osis Angkatan 84 Rita Agustina, akhirnya terkumpul dana Rp.200 juta lebih dan dari angkatan 88 spirit menyumbang Rp. 22 juta,” ungkapnya.

Lebih jauh Yulvey, mengungkapkan bagaimana dalam setiap kegiatan Spirit 88-84 yang digagas, para guru sangat antusias turut hadir, walaupun ditengah kondisi yang sudah sepuh.

“Harapan kami untuk ke depannya selain di lingkungan 84 (alumnus angkatan-red) juga kita ingin angkatan lain atau mungkin seluruh SMP DKI di wilayah Jakarta Barat itu bisa memberikan edukasi kepada generasi muda dan juga menggalakkan bakti social. Ini akan regenerasi nantinya,” ungkapnya.

Beri Donasi Kepada Dapur Umum

Di tengah pelaksanaan penyerahan Donasi kepada Guru, dalam kesempatan ini juga Dr. Etty secara pribadi dan pihak keluarga memberikan Donasi secara langsung kepada pihak Dapur Umum, dalam pengadaan asupan makanan yang memang rutin dilakukan di tengah kondisi sulit bagi para korban.

“Untuk dapur umum, sangat perlu diapreasi tanggung jawab para ibu-ibu PKK dan wanita-wanita Karang Taruna. Untuk itu kami memberikan apresiasi secara sukarela untuk memberikan asupan makanan ke korban bencana. Sebagai muslim kita bersaudara. Sebagai warga kita wajib saling bantu. Kalau buka kita yang bantu siapa lagi. Selalu mulai dari yang kecil untuk menghasilkan yang besar. Yakin Indonesia sehat, Indonesia kuat, Indonesia jaya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pedagang yang terdampak mencapai 114 pedagang, kemudian ada 10 KK dari 10 ruko di dua RT yang terbakar. Sebanyak 25 unit dampakr diturunkan untuk memdamkan api kala itu, yang telah meludeskan bangunan yang ada.

Penulis:

Baca Juga