Peduli Kusta, Permata Sinjai Gelar Workshop Sensitasi Bagi Stakholder

Workshop Sensitasi yang digelar Perhimpunan Mandiri Kusta Indonesia (Permata) di Aula Wisma Sanjaya Sinjai, Sulawesi Selatan, Selasa (13/7/2021). /Ashari/AKURATNEWS.

AKURATNEWS - Perhimpunan Mandiri Kusta Indonesia (Permata) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menggelar Workshop Sensitasi Bagi Stakeholder tentang Penyakit Kusta di Aula Wisma Sanjaya Sinjai.

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Permata Sulsel dan Dedikasi Tjipta Indonesia (DTI) yang didukung oleh Sasakawa Health Foundation ini, dibuka Sekretaris Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Kabupaten Sinjai, Sabir Syur.

Sabir mengatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Terlebih bagi mereka yang telah mengalami penyakit kusta atau penyandang disibilitas.

Dibutuhkan peran serta dan pemahaman mendalam bagi para stakeholder untuk membantu, agar mereka jauh dari stigma diskriminasi ditengah-tengah masyarakat.

"Kusta ini tak hanya difokuskan pada persoalan medis, dalam hal ini dinas kesehatan. Namun diluar itu, butuh peran serta kita semua terutama dalam permasalahan sosial kemasyarakatan, sehingga mereka turut mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak," ungkapnya.

Olehnya itu, mantan Kabag Humas Setdakab Sinjai ini berharap, melalui kegiatan tersebut dapat melahirkan solusi dan kepedulian dari pengambil kebijakan.

"Kedepan, kami selaku instansi yang menaungi ketenagakerjaan akan mendorong dan membantu, agar orang yang pernah mengalami kusta bisa mendapatkan keterampilan kerja, baik itu dalam berwirausaha maupun lainnya," ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sinjai melalui Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular, H. Hamzah mengatakan bahwa penyakit kusta merupakan penyakit menular yang bisa diobati.

Meski menular, kata Hamzah, namun penularannya tidak seperti penyakit lain pada umumnya. Kusta butuh waktu lama. Sebaliknya bagi penderita yang sudah sembuh bisa bergaul dengan siapa saja dan hal inilah yang perlu pemahaman ditengah-tengah masyarakat.

Hamzah juga mengaku bahwa Dinas Kesehatan Sinjai sejak 2020 hingga Juli 2021 menemukan 44 kasus penderita kusta, yang tersebar dibeberapa kecamatan. Meski demikian, dari kasus tersebut sudah terobati dan sebagian dinyatakan sembuh.

"Semoga kita yang hadir disini memberikan sumbangsih pemikiran yang kedepannya tak hanya ditangani dinas kesehatan, melainkan peran serta kita bersama, agar penanganannya tidak berakhir diskriminasi," harapnya.

Sebelumnya, Ketua Permata Sinjai, A. Firdaus memaparkan beberapa program kerja yang telah dilakukan bersama Dinas Kesehatan Sinjai.

"Pendataan warga penderita kusta, bakti sosial pembagian sembako dan lainnya adalah program kerja yang telah kami lakukan. Semoga melalui kegiatan ini, program-program kedepannya bisa terus disinergikan dengan harapan ruang lingkup dari orang-orang yang pernah mengalami atau sembuh dari kusta tidak terbatas ditengah masyarakat," harapnya.

Dalam kegiatan ini turut dihadiri Ketua Permata Sulsel Yulianti, perwakilan DTI, perwakilan berbagai OPD Sinjai, Pemerhati Permata Sinjai, dan insan pers.

Penulis: Ashari

Baca Juga