Pegawai Honorer Pemerintahan Bakal Dihapus

Jakarta, Akuratnews.com - Badan Kepegawaian Negara (BKN) menanggapi merebaknya isu honorer akan dihapus, dalam arti dipecat alias di-PHK.

Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan isu penghapusan tenaga honorer berawal dari kesimpulan rapat Komisi II DPR RI dengan pemerintah yang diwakili BKN dan Menpan pada Senin (20/1/2020) lalu.

Dalam rapat tersebut Komisi II DPR RI, Kementerian PAN-RB dan BKN menyepakati tidak ada lagi status pegawai di instansi pemerintah selain PNS dan PPPK sesuai yang diatur Pasal 6 UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Dengan demikian, kata dia, ke depan secara bertahap tidak ada lagi istilah atau status pegawai tetap, pegawai tidak tetap, pegawai honorer dan sebagainya dalam instansi pemerintah. “Yang ada hanyalah pegawai dengan status PNS atau PPPK,” terang Paryono.

Dia juga menekankan bahwa tidak ada pengangkatan secara otomatis pegawai honorer menjadi PNS atau PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). “Sebenarnya tidak ada kesepakatan antara Komisi II, BKN dan Menteri PAN-RB untuk mengangkat secara otomatis tenaga honorer menjadi PNS/PPPK,” ujar Paryono.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arwani Thomafi mengatakan, pemerintah perlu melanjutkan seleksi formasi khusus tenaga honorer K2 yang sudah dijalankan pada tahun 2013 dan 2018 agar tenaga honorer bisa beralih status menjadi PNS atau PPPK.

“Kami minta seleksi honorer dilanjutkan secara lebih serius sehingga semuanya nanti bisa beralih status baik sebagai PNS atau PPPK,” ujar Arwani, Minggu (26/1/2020).

Penulis: Redaksi

Baca Juga