Pelantikan MPP KaFoSSEI: Inovasi Jadi Ruh Pengembangan Ekonomi Islam

Jakarta, Akuratnews.com - Majelis Pimpinan Pusat Korps Alumni Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (MPP KA-FoSSEI) Periode 2019-2021 resmi dilantik, pada Minggu (17/11/19) di Gedung Annex Jakarta. Pelantikan pengurus baru ini menuai banyak harapan dari Dewan Penasehat, Dewan Pakar serta semua pengurus, mengingat pentingnya peran Korps Alumni FoSSEI sebagai wadah organisasi yang professional dalam mengembangkan ekonomi Syariah di Indonesia khususnya.

Menghadirkan tokoh ekonomi Syariah, Dewan Pengurus Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Suminto, Dewan Pakar Korps Alumni FoSSEI, Ali Sakti dan Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah, Firdaus Djaelani.

"Kita berharap melalui pelantikan dan rapat kerja ini akan melahirkan banyak gagasan dalam kekuatan ekonomi syariah dari hulu ke hilir. Juga, meningkatkan kualitas SDM, dalam hal ini Alumni FoSSEI, sehingga menjadi profesionalitas dalam bidangnya,” kata Ketua Umum Majelis Pimpinan Pusat KAFoSSEI, Ahmad Akbar Susamto.

Sejalan dengan itu, Dewan Pengurus Pusat IAEI Suminto, mengatakan ekonomi Syariah tidak pada akad-akad saja, tapi ke seluruh elemen pembangunan dan pemberdayaan ekonomi Syariah untuk bangsa dan negara.

"Dengan adanya tokoh-tokoh besar dari KAFoSSEI maka akan lebih besar peluang untuk terus menginovasi instrumen-instrumen ekonomi Syariah. Ini bisa menjadi ruh. Ketika kita mengembangkan wisata halal, pendekatan objektif dan maknanya seperti apa? KAFoSSEI lah SDM nya", kata Suminto yang juga Staff Ahli Makro Ekonomi dan Internasional Kemenkeu.

Begitu juga dengan Ali Sakti dari Dewan Pakar Korps Alumni FoSSEI, menjelaskan perjuangan Gerakan Fossei dalam membumikan Ekonomi Syariah di Indonesia. "Fossei tidak hanya ahli dalam kajian, tapi FoSSEI telah melahirkan kader professional dalam bidangnya".

Ia menyebutkan, sekarang banyak Alumni FoSSEI berprofesi sebagai Dosen atau pakar, sebagai entrepreneur, dan lain sebagainya. Bahkan Alumni Fossei telah mendirikan Baitul Maal Tamwil (BMT) sebagai langkah dan Gerakan kongkrit dari dakwah Fossei. BMT ini diberi nama Tawfin dan berdiri tahun 2012.

Berharap BMT Tawfin bisa menjadi Role Model untuk seluruh BMT di Indobesia, jelas Ali.

Firdau Djaelani, dari Pengurus Pusat MES menyampaikan, menjadi aktivis itu tidak hanya kecerdasan pengetahuan saja yang dimiliki, tetapi harus ada kemauan yang tinggi untuk melakukan perubahan.

Ia menyebutkan "ada lima hal yang perlu dilakukan dalam Gerakan milenial hari ini. Pertama, jangan pernah berhenti beinovasi, kedua jangan berlindung dibawah regulasi, ketiga manfaatkan teknologi, keempat jangan pernah merasa puas, kelima orientasi kepada pelanggan."

Kegiatan ini di tutup dengan rapat kerja Korps Alumni FoSSEI 2019-2021. "Semoga program kerja yang dibuat bisa terealisasi dengan baik dan dapat membantu pemerintah dalam mensosialisasikan Ekonomi Syariah dari hulu ke hilir", kata Ahmad Akbar Susamto.

Penulis: Redaksi
Editor:Redaksi

Baca Juga