Pelapor Minta Bawaslu Tindak Nama-nama yang Tahu “Mahar” Sandiaga

Kuasa Hukum pelapor dugaan mahar politik Sandiaga Uno, Muhammad Zakir Hasibuan. Foto: Yusuf Tirtayasa/Akuratnews.com
Kuasa Hukum pelapor dugaan mahar politik Sandiaga Uno, Muhammad Zakir Hasibuan. Foto: Yusuf Tirtayasa/Akuratnews.com

Jakarta, Akuratnews.com - Kuasa Hukum pelapor dugaan mahar politik Sandiaga Uno, Muhammad Zakir Hasibuan mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk diperiksa. Pihaknya merencanakan untuk menghadirkan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief untuk diperiksa sebagai saksi

Zakir menuturkan barang bukti yang dipersiapkan diantaranya sejumlah pernyataan Andi di sejumlah media dan cuplikan wawancaranya di salah satu stasiun televisi. "Di situ dia mempertegas kalo dia diperintah partai untuk menyampaikan itu ke publik dan ini penting sekali Bawaslu tindak lanjuti," ujarnya di Kantor Bawaslu, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018).

Zakir menegaskan Bawaslu semestinya dapat melakukan penyelidikan terhadap dugaan mahar Sandiaga tanpa ada laporan. Soal ada yang menyebut bahwa mahar adalah dana kampanye, dirinya menilai hal itu juga keliru lantaran belum masuk dalam tahap kampanye.

Lebih lanjut, Zakir berpegang pada pernyataan Andi bahwa informasi adanya mahar berasal dari orang-orang yang kredibel. "Dia (Andi) sudah sebutkan siapa orang-orang itu. Saya pake inisial ada FB ada HP. Artinya nama-nama itu juga perlu Bawaslu tindak lanjuti, karena informasinya Andi Arief dapet dari orang-orang itu," pungkas dia.

Untuk diketahui, dalam cuitan di akun Twitter pribadinya pada Rabu (8/8) malam, Andi menyebut Sandiaga memberikan mahar Rp. 500 Milyar kepada PAN dan PKS untuk menjadi Cawapres Prabowo. Andi juga menyebut Prabowo sebagai seorang "jenderal kardus" dan mengaku diperintah partainya untuk menyampaikan dugaan mahar tersebut.

Dalam pengakuannya, Andi mengungkap bahwa PAN dan PKS masing-masing mendapat Rp. 500 Miliar. Ia menuturkan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Waketum Demokrat Syarief Hasan, dan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamaudin mendapat penjelasan itu langsung dari tim kecil Gerindra yakni Fadli Zon, Sufmi Dasco, Prasetyo dan Fuad Bawazier pada 8 Agustus 2018 pukul 16.00 WIB. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga