Realisasi MoU Helsinki

Pembagian 2 Hektar Tanah Eks Kombatan, Ketua Kibar: Seharusnya Serentak

Ketua Kibar Aceh, Muslem, (foto dok. Akuratnews.com)

Banda Aceh, Akuratnews.com - Ketua Kibar Aceh, Muslem, mengatakan, usia perdamaian Aceh genap sudah berusia 14 tahun sejak di tandatangani 15 Agustus 2005 lalu.

Di usia tersebut Alhamdulillah, salah satu poin Mou mulai terealisasi salah satunya, pembagian lahan pertanian kepada eks Kombatan, tapol/napol dan korban konflik seluas 2 hektar.

Muslem atau yang lebih dikenal dengan pangilan Cut Lem menyarankan seharusnya pembagian tersebut dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Aceh, karena di khawatirkan pembagian yang dilakukan tidak secara serentak menimbulkan kesenjangan di antara mantan kombatan yang pada akhirnya menimbulkan konflik baru nanti.

"Dan seluruh mantan kombatan, eks napol/tapol dan korban konflik jangan ada sampai ada yang tertinggal atau terlewati dari bantuan tersebut." Kata Cut Lem di Banda Aceh, Jumat (16/8/2019).

Menurut dia, pembagian lahan pertanian terhadap mantan kombatan, eks tapol/napol dan korban konflik seharusnya bukan lahan kosong tetapi melainkan lahan yang sudah ditanami. Namun apabila lahan kosong yang diberikan, pemerintah juga harus mempersiapkan bantuan pembersihan lahan, bibit dan perawatan.

Cut Lem berharap, pemerintah pusat menjadikan momentum ini menjadi evaluasi agar seluruh butir MoU Helsinki nantinya dapat terealisasi. "Kita tidak muluk-muluk, yang penting semua butir dapat direalisasikan," tandasnya.

"Walaupun pembagian lahan tersebut di anggap sebahagian masyarakat, sudah terlambat, tetapi patut kita beri apresiasi kepada pemerintah karena masih banyak para eks kombatan, tapol/napol dan korban konflik yang sampai hari ini belum memiliki pekerjaan tetap." Katanya.

"Dan banyak diantara mereka masih bekerja secara serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu untuk kelangsungan hidup keluarganya. Dengan momentum awal pembagian lahan ini sekiranya dapat menikatkan perekonomian mereka nantinya," Pungkasnya.**

Baca Juga