Moment Idul Adha 1440 hijriah

Pembagian Daging Kurban di Depok Masih Banyak Gunakan Kantung Plastik

Depok, akuratnews.com- Imbauan Pemkot Depok untuk menghindari pengunaan kantung plastik sebagai wadah daging kurban terkesan diabaikan oleh warga.

Kantung plastik ternyata masih banyak digunakan warga Depok untuk wadah pembagian daging kurban ketimbang wadah dari anyaman bambu atau besek seperti dianjurkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok terhadap warganya.

"Kalau ditempat saya, kebanyakan daging kurban masih dibagikan pakai kantung kresek (kantung plastik), kata salah seorang warga MekarJaya, Depok II, Kartomo, Senin,(12/8/2019).

Meski merasa pernah tahu ada imbauan dari pemkot Depok tentang penggunaan wadah besek, namun drinya mengaku tidak pernah melihat atau mendengar pembagian daging kurban pakai wadah besek di wilayahnya.

"Setahu saya kalau pemotongan, pembagian daging kurban di masjid-masjid di wilayah ini ngak ada yang pakai wadah besek", paparnya.

Penggunaan wadah kantung plastik juga sama terjadi di wilayah Cipayung, dan Tapos Depok. Wadah pembagian daging kurban bahkan ada yang menggunakan kantung plastik berwarna hitam yang diketahui merupakan produk daur ulang yang mampu membahayakan kesehatan.

"Ditempat saya pembagian daging kurban bukan pakai besek. Tapi, masih menggunakan kantung plastik. Mana kantung kreseknya warna hitam lagi", ujar Dede, warga Pondok Jaya, Depok.

Wadah daging kurban menggunakan kantung plastik juga masih terjadi tren di wilayah Jatijajar, Tapos. Sejumlah wadah kantung plastik tampak masih jadi pilihan untuk wadah daging kurban.

"Kami masih pakai plastik untuk wadah daging kurban karena selain simple, kantung plastik juga gampang didapat. Penjualnya juga banyak dan dekat dari sini. Kalau besek, yang jual juga jarang. Harganya juga bisa lebih mahal", ujar Adi, warga Jatijajar.

Sebelumnya, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok telah mengimbau warga agar pembagian daging kurban tidak menggunakan kantung plastik. Penggunaan wadah dari anyaman bambu atau besek dinilai sebagai upaya ramah lingkungan.

Penulis: Eko Ahdayanto
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga