Pembalakan Liar di Aceh Timur Terus Berlangsung

Pembalakan di hutan Aceh Timur berlangsung marak (Iqbal)
Pembalakan di hutan Aceh Timur berlangsung marak (Iqbal)

Aceh Timur, Akuratnews.com - Aksi pembalakan liar atau illegal logging di pedalaman Aceh Timur masih marak dan terus berlanjut. Hutan pedalaman menjadi ajang bisnis hitam bagi oknum tertentu.

Pohon-pohon ditebang secara membabi-buta dan dikirim dalam bentuk balok atau gelebek serta bahan jadi. Berbagai jenis kayu dari sembarang hingga kayu kelas seperti meranti, damar, kruing juga merbau. Pembalakan bahkan hingga sampai pada pucuk sungai Langsa.

Menurut Wira kordinator tim investigasi LPAP RI, pada Rabu (30/01) di Langsa mengatakan bahwa “Hampir setiap hari sore dan malam hari truk armada pengangkut kayu balok gelondongan melintas dijalan melalui desa Paya Bili Dua kecamatan Birem Bayeun kabupaten Aceh Timur belum lagi kayu olahan yang menggunakan sepeda motor, ini semua pada dasar nya menjadi tanggung jawab pihak terkait khusus nya KPH III, untuk menertibkan para pelaku kegiatan illegal logging, "

“Kita berharap kepada pihak KPH III jangan ada kesan melakukan pembiaran dan tutup mata terhadap marak nya kegiatan illegal logging dipedalaman kabupaten Aceh Timur, dan diharap kan menggandeng para pihak terutama aparat penegak hukum memantau kembali titik-titik rawan illegal logging di kawasan pedalaman,” ujarnya, hal itu sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan alam hayati lainnya.

LPAP RI meminta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Aceh bekerja ekstra dan lebih serius untuk menjaga dan melestarikan hutan, khususnya di kawasan lestari. Hal itu dinilai penting untuk menjaga keseimbangan hutan dan habitat di dalamnya.

“Intinya, aksi illegal logging yang begitu marak di pedalaman kabupaten Aceh Timur dan sekitar nya membuat kita prihatin.

Padahal, Aceh memiliki KPH yang juga memiliki tugas khusus untuk menjaga dan melestarikan hutan, tapi aneh nya sampai saat ini aksi kegiatan illegal logging semakin marak di Aceh,” ujar kordinator tim investigasi Wira.

"Dan jangan ada kesan bahwa Kesatuan Pengelolaan Hutan wilayah III sengaja melakukan pembiaran dan juga terima upeti dari kegiatan bisnis hitam oknum oknum tertentu, padahal jelas dengan nyata didepan mata terlihat aksi kegiatan illegal logging yang terjadi dipedalaman kabupaten Aceh Timur", Imbuh Wira. (IQBAL)

Penulis:

Baca Juga