Pembunuh Siswa Madrasah di Depok Ditangkap Polisi

Depok, Akuratnews.com - Polresta Depok meringkus Ahmad Rifai (19) alias Pay, pelaku pembunuhan terhadap siswa madrasah tsanawiyah Ali Akbar (14) yang jasadnya ditemukan di pinggir Kali Ciputat di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Pay merupakan tetangga korban.

Diketahui Ahmad sengaja membunuh Ali karena ingin menguasai telepon seluler (ponsel) milik Ali yang akan digunakannya untuk membeli narkoba. Ahmad diketahui positif narkoba melalui tes urine yang dilakukan pihak kepolisian.

Kapolresta Depok Kombes Polisi Didik Sugiarto mengungkapkan, pada Sabtu (6/10/2018), Ahmad awalnya meminta korban mengantarnya ke pinggir kali untuk melihat orang-orang memancing belut.

Saat di tengah perjalanan, Ahmad sempat mampir ke rumahnya untuk mengambil sebilah pisau. Kemudian kembali berjalan bersama korban.

Korban tidak mengetahui jika pelaku sudah membawa pisau yang disembunyikan di balik baju. Korban berjalan di belakang pelaku. Tiba-tiba pelaku berbalik badan dan membekap korban. Kemudian korban ditusuk satu kali.

"Pisaunya dibawa dari rumah. Pembunuhan ini sudah direncanakan pelaku," kata Didik di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Selasa (9/10/2018).

Sebelum tewas, korban sempat berusaha melawan. Sayangnya korban mengalami luka cukup parah. Tak cukup sekali, Pay membabi buta menusuk korban hingga akhirnya terkapar dan tewas di tempat.

"Pelaku meninggalkan korban begitu saja tanpa ditutupi apapun," ujar Kapolres.

Ponsel korban pun kemudian diambil pelaku. Setelah itu, Ahmad pulang ke rumahnya. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10:00 WIB. Selanjutnya pada pukul 11:00 WIB, peristiwa itu sudah diketahui warga sekitar. Ahmad pun panik, kemudian dia kabur ke Cipete, Jakarta Selatan.

Barang bukti berupa ponsel masih dipegang pelaku. Nantinya rencananya, uang hasil penjualan ponsel akan dipakai untuk membeli narkoba.

"Pelaku juga pengguna narkoba. Hasil tes urinenya positif ganja dan sabu," tutur Kapolres.

Pay dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat yang menyebabkan matinya seseorang, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana junto Pasal 80 (2) UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Dengan ancaman hukuman di atas sepuluh penjara," ujar Didik.

Pengungkapan kasus itu berawal dari penemuan mayat Ali di tepi Kali Ciputat, Sawangan, Depok pada Sabtu (6/10). Jasad Ali ditemukan dalam kondisi penuh tusukan.

Polisi pun melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Ahmad alias Pay yang diketahui bekerja sebagai juru parkir di sebuah minimarket di Sawangan. (Muj)

Penulis:

Baca Juga