Pemda dan DPRD Matim Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur di Lamba Leda

Ritual adat, acara penyambutan rombongan DPRD Manggarai Timur besama Sekretaris PUPR dan tim PPK di Kantor Kecamatan Lamba Leda.
Ritual adat, acara penyambutan rombongan DPRD Manggarai Timur besama Sekretaris PUPR dan tim PPK di Kantor Kecamatan Lamba Leda.

Manggarai Timur, Akuratnews.com - Serap aspirasi masyarakat di Kecamatan Lamba Leda, pimpinan beserta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur (MATIM) berjanji akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Lamba Leda. Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua DPRD Matim Heremias Dupa dan Ketua Komisi C DPRD Matim Siprianus Habur, saat hendak melakukan monitoring ruas jalan Benteng Jawa menuju - Bawe, pada Kamis (30/01/2020).

Dijelaskan bahwa pada tahun anggaran 2020, Pemda dan DPRD Matim akan terus bersinergis dan memprioritaskan alokasi anggaran empat paket infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Lamba Leda. Empat paket tersebut yaitu, Benteng Jawa menuju Satar Teu, Benteng Jawa menuju Dampek, Benteng Jawa menuju Wae Naong, Benteng Jawa menuju Bawe dan jalur dalam Kota Benteng Jawa.

Pantauan Akuratnews.com, selain Ketua DPRD Matim dan Ketua Komisi C, pada saat itu juga turut hadir Wakil Ketua II DPRD Matim Damianus Damu, beberapa orang anggota DPRD Matim Dapil 3 Kecamatan Lamba Leda diantaranya, Petrus Djafar (Perindo), Bonavantura Burhanto (PKB), Ambrosius Don (Demokrat), Sifridus Asman (PAN) bersama Sekretaris PUPR dan tim PPK Matim, Sekcam Kecamatan Lamba Leda Agus Supratman bersama segenap staf dan tokoh masyarakat.

Pada kesempatan itu, bertempat di ruangan rapat Kantor Kecamatan Lamba Leda, Ketua DPRD Matim Heremias Dupa menjelaskan bahwa dalam pembahasan pokok-pokok pikiran (Pokir) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Manggarai Timur (MATIM) Tahun 2020 sampai 2021, persoalan infrastruktur dasar jalan raya di Wilayah Kecamatan Lamba Leda akan menjadi agenda prioritas pembangunan.

"Soal usulan peningkatan status jalan, sebagai wakil rakyat maka Kami wajib mengakomodir semua aspirasi masyarakat. Tujuan kedatangan kami di sini adalah untuk mengecek hasil pembangunan APBD Tahun 2019 di Kecamatan Lamba Leda. Kedua, perlu dijelaskan untuk 2020, Kami sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan empat paket jalan di Kecamatan Lamba Leda. Permatama, Benteng Jawa - Satar Teu. Kedua, Benteng Jasa - Dampek. Ketiga, Benteng Jawa - Wae Naong. Keempat, Benteng Jawa - Bawe dan jalur dalam kota Benteng Jawa" jelas Heremias.

Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur itu menambahkan, jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Manggarai Timur Tahun 2020 belum mencukupi untuk pembangunan empat paket itu maka pembangunan akan dilanjutkan sampai tahun 2021.

"Karena sekarang sudah mulai dibahas pokir dan perencanaan pembangunan tahun 2020, mungkin yang paling prioritas itu jalur Banteng Jawa - Satar Teu". jelasnya.

Karena itu Heremias menegaskan agar pengusulan paket pekerjaan perlu diminimalisir, "Jangan terlalu banyak paket karena semakin banyak paket diusulkan justru menjadi mubazir ketika dikerjakan sepotong-sepotong dan tidak tuntas. Untuk jalur benteng jawa satar teu, sistem pengerjaanya jangan tanggung", pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Matim Siprianus Habur menjelaskan bahwa selama lima tahun kepemimpinan Agas Andreas dan Jaghur Stefanus atau paket ASET, diupayakan pembangunan pada jalur-jalur utama tersebut dan pembangunan sejumlah infrastruktur lainya di Kecamatan Lamba Leda bisa tuntas.

"Pada pembahasan APBD 2020 sampai 2021, diprioritaskan untuk pengerjaan fisik jalan di jalur Benteng Jawa menuju Satar Teu. Minimal selama kepemimpinan paket ASET, jalur-jalur utama tersebut bisa tuntas dikerjakan", ungkap politisi Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Manggarai Timur.

Ketua Komisi C DPRD Matim itu menegaskan, "Berapa pun ukuranya atau volume pengerjaan jalan dari Benteng Jawa menuju Satar Teu harus tuntas di Tahun 2021". Oleh karena itu menurut Sipri, "Jalur-jalur kecil itu jangan dibicarakan pada APBD", pungkasnya.

Terkait hal itu, Siprianus menjelaskan bahwa untuk pembagunan jalur lintas Desa harus diintervensi menggunakan Dana Desa (DD), "Karena itu, Bapak Camat dan Bapak Sekcam Lamba Leda, harus bangun komunikasi yang baik dengan bapa-bapa desa sekecamatan", ungkapnya.

Penulis: Yohanes Marto
Editor:Atta
Photographer:Yohanes Marto

Baca Juga