Pemda Dinilai Lemah Hadapi Perusahaan Tambang

Irsad Amir, S.Ip saat menyampaikan orasi saat menuntut kenaikan UMSK 2019

Morowali, Akuratnews.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali dinilai lemah dalam menghadapi pihak perusahaan tambang di daerah ini. Penilaian ini disampaikan salah seorang tokoh pemuda di Morowali, Irsad Amir, S.Ip kepada wartawan media ini, Sabtu (07/09/2019).

"Dari diskusi singkat kemaren dgn masyarakat lingkar tambang, sy semakin jelas melihat adanya pembiaran permasalahan tenaga kerja (Naker) di Morowali," kata Irsad Amir via aplikasi pesan WatssApp.

Sejumlah persoalan dikemukkannya, mulai dari data yang simpang siur tentang jumlah tenaga kerja asing di beberapa perusahaan tambang yang ada di Morowali. Belum lagi, permasalahan PP (Peraturan Perusahaan) yang menyalahi peraturan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan sebagai contohnya.

"Permasalahan Naker di Morowali, menggambarkan dengan jelas, adanya pembiaran masalah yang seharusnya bisa diatasi dan diselesaikan oleh Pemda Morowali," ungkap aktivis buruh yang baru menikmati udara bebas usai dibui dalam memperjuangkan aspirasi buruh di Morowali.

Dengan sangat terpaksa, tambahnya, saya selaku putra daerah Morowali meminta, kepada pemerintah agar dgn segera dapat mengatasi permasalahan tenaga kerja ini. Sebab masalah ini, menyangkut hajat hidup orang Morowali.

"Bila tenaga kerja asing datang jadi buruh di Morowali, trus naker Morowali jadi penonton?. Tugas Pemda melindungi hak-hak Naker daerah. Jangan biarkan anak-anak daerah di kangkangi hak-haknya," pungkasnya.

Penulis: Wardi Bania
Editor: Redaksi

Baca Juga