Pemda Matim Alokasikan Rp 26,5 M Anggaran Penanganan COVID-19

Suasana Musrenbang RKPD Matim Tahun Anggaran 2021, dilaksanakan secara online, berlangsung di Ruangan Rapat Kantor Bupati Manggarai Timur, Selasa, (7/04/2020). Foto: Akuratnews.com || Yohanes Marto
Suasana Musrenbang RKPD Matim Tahun Anggaran 2021, dilaksanakan secara online, berlangsung di Ruangan Rapat Kantor Bupati Manggarai Timur, Selasa, (7/04/2020). Foto: Akuratnews.com || Yohanes Marto

Manggarai Timur, Akuratnews.com - Pemerintah Kabupaten ( Pemkam ) Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT mengalokasikan anggaran senilai Rp 26,5 Milyar untuk pencegahan dan penanganan dampak pandemi Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Matim Andreas Agas, SH.,M.Hum pada pada forum Musyawarah rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Matim Tahun Anggaran 2021 di ruangan rapat Kator Bupati Matim, Selasa, (7/04/2020).

Dalam sambutannya Andreas Agas menjelaskan, sejalan dengan Inpres Nomor 4 Tahun 2020 tentang penanggulangan dampak COVID-19, maka Pemda Matim melakukan realokasi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 senilai Rp 26,5 Milyar untuk refocusing kegiatan penanganan dan pencegahan covid-19 di Kabupaten Manggarai Timur.

Bupati Matim itu mengatakan, penyebaran COVID-19 telah menulari jutaan warga di 200 lebih negara dunia, sehingga membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global, dan berdampak pada sektor ekonomi, sosial, budaya serta perhanan dan keamanan nasional.

"Wabah COVID-19 memberikan dampak luar biasa pada aspek sosial politik, ekonomi, budaya, pertahanan dan keamanan serta kesejahteraan masyarakat. Hal itu dapat dilihat dari jumlah kasus terus bertambah dan angka kematian yang terus meningkat," jelas Bupati Agas.

Karena itu, Bupati Matim menerapkan, "Realokasi anggaran tahun 2020 yang sedang berjalan tidak hanya fokus pada pencegahan penyebaran COVID-19 tapi, juga pada pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat," jelasnya.

Gejolak itu kata Bupati Agas akan berimbas pada sektor ekonomi Manggarai Timur, "Data pertumbuhan ekonomi Manggarai Timur, pada tahun 2018 sebesar 5,03%. Persentase itu mengalami kenaikan sebesar 0,1% menjadi 5,04% pada tahun 2019," paparnya.

Sedangkan target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manggarai Timur tahun 2021 sebesar 7,56 %, "Tetapi dengan adanya efek pandemi COVID-19 yang terjadi sekarang ini jelas akan berdampak pada agenda pembangunan kita. Kita tetap optimis mempertahankan pertumbuhan sebesar 5%, dari target capaian 2021" imbuhnya.

Untuk itu, Pemda akan mengoptimalkan pembangunan secara tematik melalui peningkatan kualitas dan kuantitas produk ekonomi melalui pengembangan potensi unggulan lokal menuju industri berbasis pertanian, "Sesuai dengan tema RKPD Matim Tahun 2021," jelas Andreas Agas.

"Kedepan Kabupaten Manggarai Timur akan melakukan intervensi terhadap pengembangan industri melalui koperasi dan UMKM, dan kita harapkan outcome dari intervensi itu akan terlihat dari peningkatan sektor industri tersebut," tutupnya.

Bupati Andreas Agas juga memaparkan prediksi Kemenkeu RI terkait skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 akan mengalami kemerosotan.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 akan mengalami skenario terburuk hingga menembus angka minus 0,4 % sebagai dampak ikutan dari pamdemic COVID-19," ungkapnya.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga