Pemda Matim Genjot Sektor Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas SDM Masyarakat Lokal

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rofinus Hibur, S.Pd.,M.Pd || Dok. Istimewa.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rofinus Hibur, S.Pd.,M.Pd || Dok. Istimewa.

Manggarai Timur, Akuratnews.com--Dalam rangka pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, Pemda Manggarai Timur (Matim) Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berencana akan menggelar festival bertajuk lembah Colol yang akan diselenggarakan pada bulan Juli mendatang di lima Desa kawasan lembah Colol, Kecamatan Pocoraka Timur, Matim.

Genjot sektor Pariwisata, pada pegelaran mega festival bertajuk lembah Colol itu Disparbud Matim menggagas konsep pengembangan kepariwisataan berbasis masyarakat dan berkelanjutan (Community Based Tourism and sustainable tourism). Hal itu disampaikan oleh Kadisparbud Matim Kanisius Judin, S.Sos melalui Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rofinus Hibur, S.Pd.,M.Pd pada hari Senin (24/02/2020).

Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekokraf Disparbud Matim itu menjelaskan, "Konsep pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Manggarai Timur harus berbasis masyarakat dan berkelanjutan (community based tourism and sustainable tourism)," jelas Rofinus Hibur Hijau, S.Pd.,M.Pd.

"Bahwa pengembangan pariwisata itu berasal dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, "Contohnya pengembangan Desa Wisata (tourism village)," jelasnya.

Menurut Beliau, konsep pariwisata berkelanjutan "Adalah pengembangan pariwisata yang tetap memperhatikan dampak terhadap lingkungan, sosial, ekonomi dan budaya untuk saat ini dan masa yang akan datang bagi masyarakat lokal dan para wisatawan," ungkapnya.

Untuk mewujudkan konsep pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan (community based tourism and sustainable tourism) itu, tentu harus didukung oleh ketersediaan SDM masyarakat lokal yang mumpuni. Karena itu, rangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan dilaksanakan sekaligus dalam rangka menyambut pegelaran mega festival lemba Colol.

Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekokraf, Rofinus Hibur Hijau, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa dalam mendukung penyelenggaraan festival itu, pihaknya akan mengadakan program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan kepariwisataan bagi masyarakat lokal di lima Desa yang ada di kawasan lembah Colol.

"Selain itu, untuk meningkatkan sumber daya manusia dan kompetensi masyarakat lokal dalam bidang kepariwisataan khususnya di kawasan lembah Colol yang merupakan pusat kegiatan Mega Festival lembah Colol, Maka pada Bulan April 2020 akan dilaksanakan kegiatan pelatihan manajemen desa wisata, manajemen homestay, pemandu wisata pedesaan, pemandu wisata kuliner dan Belanja yang akan melibatkan masyarakat di beberapa Desa di kawasan lembah Colol," jelasnya.

Sedangkan alokasi anggaran untuk kegiatan pelatihan dan pendampingan SDM Pariwisata masyarakat lokal tersebut bersumber dari dana alokasi kusus (DAK) non fisik Kemenpar dan Ekokraf RI tahun anggaran 2020.

"Dana kegiatan pelatihan tersebut bersumber dari Dana alokasi kusus (DAK) non fisik kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia tahun 2020," paparnya.

Dijelaskan bahwa pada akhir Januari 2020 lalu, Disparbud Matim telah melakukan pendataan dan survey awal di sejumlah rumah penduduk kawanan lemba Colol. Survei itu dilakukan untuk mengetahui kondisi rumah layak yang bisa dijadikan homestay pada pegelaran festival bulan Juli mendatang.

"Pada akhir bulan Februari 2020, Disparbud bersama pemerintah desa Colol, Desa Wejang Mali dan Desa Ulu Wae telah melakukan pendataan dan survey awal tentang persiapan rumah penduduk yang layak dijadikan homestay bagi para pengunjung festival Lembah Colol yang akan digelar pada bulan Juli," jelasnya.

Disparbud Matim melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekokraf, berharap melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan SDM Pariwisata tersebut, masyarakat lokal bisa memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengelola potensi pariwasata di kawasan lembah Colol.

"Semoga setelah mengikuti berbagai kegiatan pelatihan tersebut SDM masyarakat lokal di sana semakin baik dalam mengelola Desa Wisata, kuliner, menjadi pemandu wisata, dan mengelola homestay dengan profesional sehingga para pengunjung atau wisatawan baik domestik maupun mancanegara akan merasa betah dan dapat menikmati seluruh atraksi wisata yang ditampilkan masyarakat yang berada di lembah Colol nan indah," ungkap Rofinus Hibur Hijau, S.Pd, M.Pd.

Beliau juga berharap agar nantinya para pengunjung festival tidak akan merasa bosan dan kembali berkunjung ke lembah Colol pada masa yang akan datang.

"Semoga para pengunjung atau wisatawan tak akan bosan utk datang kembali di lembah Colol pada saat yg akan datang," ungkapnya.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga