Pemenang Lelang Motor Jokowi Diciduk Polisi

Jakarta, Akuratnews.com - Tak hanya soal konser Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)-nya saja, termyata sang pemenang lelang motor listrik Presiden Jokowi saat konser bertajuk “Berbagi kasih Bersama Bimbo” ini juga bermasalah.

Pria bernama Muhammad Nuh ini ditangkap polisi. Penangkapan dilakukan karena Nuh dianggp telah melakukan penipuan saat menawar motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi seharga Rp2,55 miliar.

Karena tawarannya cukup tinggi, pihak panitia akhirnya memutuskan motor tersebut jatuh ke tangan Nuh yang sebelumnya santer diberitakan sebagai pengusaha yang berasal dari Kampung Manggis, Jambi.

Namun, setelah ditunggu-tunggu pria tersebut tak melakukan pembayaran seperti yang dijanjikannya hingga akhirnya ditangkap aparat Polda Jambi, Kamis (20/5) dini hari.

Berdasarkan hasil penelusuran, Nuh ternyata bukanlah seorang pengusaha. Ternyata, pria itu hanyalah warga biasa yang tinggal di Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi. Pria yang lahir pada 19 Maret 1974, itu merupakan buruh harian lepas.

Sosok M Nuh sempat menjadi teka-teki bagi warga Kampung Manggis, Kota Jambi. Ketika ditelusuri di kawasan Kampung Manggis yang berlokasi di Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, ternyata tidak ada warga sekitar yang mengenal sosok M Nuh, sosok pengusaha yang memenangkan lelang tersebut.

"Dapat sayo kabar, ado orang namonyo M Nuh, menangkan lelang motor dari Jokowi, tapi dak tau sayo siapo M Nuh ini," kata Sayuti, satu di antara warga yang sudah tinggal di Kampung Manggis sejak 1986 silam.

Bukan hanya Sayuti dan warga lain, ketua RT setempat yang ditanyai pun mengaku tidak dapat memprediksi siapa sosok M Nuh.

Dari informasi yang didapat, ada beberapa warga Kampung Manggis yang bernama M Nuh. Namun berdasarkan catatan warga dan RT setempat, tidak ada yang bekerja sebagai pengusaha, apalagi dengan aset di atas Rp 2,5 miliar.

Ibrahim Hasan, Ketua RT 20, Kampung Manggis, Kelurahan Sungai Asam, menyebut ada warganya yang bernama M Nuh. Tapi sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh.

"Beberapa tadi sudah ada yang tanya saya karena dapat berita itu. Setelah saya cek, fotonya tidak ada, informasi alamat lengkapnya tidak ada, jadi mengambang (tidak jelas) ini siapa. Tapi dia mengatasnamakan orang Kampung Manggis," ujarnya.

Lelang motor listrik itu putus pada angka Rp 2,5 miliar. Informasi yang diperoleh, motor listrik nasional Gesits itu buatan Institut Teknologi Surabaya itu diproduksi oleh Garansindo.

Motor yang harga pasarannya dibanderol sekitar Rp24 jutaan itu melonjak karena pernah dijajal dan ada tanda tangan Jokowi.

Selain itu, motor itu juga dilelang saat penggalangan dana dan konser amal untuk bantuan sosial. Penawaran Nuh berhasil mengalahkan tawaran pengusaha dan tokoh-tokoh lain.

Sebut saja seperti pengusaha Manado, Gabriele Mowengkang yang menawarkan harga Rp2,5 miliar, politisi PDIP Maruara Sirait Rp2,2 miliar, dan Warren Tanoe Soedibyo Rp1,5 miliar.

Acara lelang sepeda motor listrik Gesit itu dipimpin oleh Ketua MPR, Bambang Soesatyo, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) Rosan Roslani.

Acara lelang itu digelar berbarengan dengan konser yang digelar oleh MPR RI dengan BPIP dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga