Pemerintah Akan Hentikan Sementara Penerbangan Dari dan ke China

Jakarta, Akuratnews.com - Pemerintah hingga kini masih mendata warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di China. Termasuk strategi pemulangannya. Mengingat rute penerbangan dari dan ke "Negeri Tirai Bambu" berlaku Rabu (5/2), pukul 00.00.

"Sebenarnya, kita sudah kasih waktu mereka sampai nanti malam. Tadi arahannya, nanti yang masih belum bisa pulang, kita bahas lagi. Kami akan menginventarisir datanya," ujar Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, di Bogor, Jawa Barat (Jabar), Selasa (4/2).

Penyetopan arus lalu lintas udara tersebut dilakukan menyusul merebaknya coronavirus. Kali pertama ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada Desember 2019.

Pemerintah pun bakal membatasi semua pendatang yang pernah dari China daratan dan bertahan selama 14 hari. Mereka dilarang datang maupun sekadar transit di Indonesia.

Langkah lainnya, melarang impor hewan hidup dari China. Macam kura-kura, ular, dan reptil lainnya. Juga menghentikan sementara bebas visa kunjungan maupun visa on arrival untuk warga China daratan.

WNI turut diimbau tak melakukan perjalanan ke China daratan. Kemenhub mencatat, sekitar 2,1 juta warga China datang ke Indonesia dan sebaliknya setiap tahun.

Ihwal penerbangan kargo, pemerintah belum ada keputusan akhir. Dalihnya, perpindahan barang pada dasarnya tak bermasalah.

"Yang sedang kita akan finalisasikan itu, barang tetap bisa jalan. Tapi, awak pesawatnya itu tidak turun. Atau awak kapalnya turun dan kita periksa," ucap dia.

Untuk kepastiannya, Budi berencana menggelar pertemuan dengan berbagai maskapai penerbangan, esok. Baik perusahaan dalam maupun luar negeri.

"Kita secara informal, sudah memberikan arahan kepada untuk memberikan satu solusi kepada customer. Pasti mereka punya cara sendiri-sendiri. Nantinya, kita bisa arahkan. Tapi, sementara kita serahkan ke maskapai," tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah mewacanakan pemulangan WNI melalui negara ketiga. "Tapi, ada syarat-syaratnya. Di negara-negara itu," katanya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga