Pemerintah Bertekad Swasembada Bawang Putih Pada 2022.

Jakarta, Akuratnews.com - Harga bawang putih yang terus melambung hingga Rp100.000 per kilogram, membuat pemerintah bertekad swasembada pada 2022.

Kenaikan harga bawang putih yang terus meningkat belakangan ini di berbagai pasar tradisional dan modern terus menjadi sorotan publik. Harga tertinggi bahkan mencapai Rp100.000 per kilogram.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan saat ini harga bawang putih sudah berada dalam kendali pemerintah. Ia mengatakan, pemerintah telah mengimpor 115.000 ton bawang putih untuk disebar ke seluruh Indonesia.

“Jadi sudah tercukupi kebutuhan akan bawang putih, sudah tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan,” katanya dalam diskusi Forum Merdeka Barat, di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (13/5/2019).

Lebih jauh ia mengatakan, saat ini 90% dari pasokan bawang putih yang tersebar di pasar modern dan tradisional dipenuhi oleh bawang putih impor.

Namun demikian ia menyatakan, saat ini pemerintah sudah melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi impor terus-terusan tersebut.

“Kita memiliki target, tahun 2022 kita swasembada bawang putih. Caranya apa? Kita meningkatkan luas tanam tiap tahun dimulai dua tahun yang lalu,” ujarnya.

Ia mengatakan, apa yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian sekarang dalam hal produksi bawang putih adalah untuk memenuhi kebutuhan benih.

“Semua panen kita pakai untuk benih maka luas tanam kita akan terus meningkat,” ucapnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Karyanto Suprih mengatakan, saat ini pemerintah lewat Kementerian Pertanian dan lembaga terkait telah mewajibkan agar semua importir bahan pokok untuk membuka lahan tanam untuk kebutuhan 5%.

“Kita sudah wajibkan agar importir untuk menanam bahan pokok itu sebesar 5% dari kebutuhan nasional,” katanya.

Agung melanjutkan sekarang harga bawang putih sudah turun di harga Rp35.000 di retail modern. Sementara untuk pasar tradisional harganya terpantau Rp40.000-Rp50.000.

“Kalau ada di pasaran yang harganya masih tinggi kita ambil tindakan. Kita sudah lakukan pengawasan secara komprehensif,” katanya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga