Pemerintah Diminta Jangan Korbankan Petani Sawit dalam Proses Penurunan Harga Minyak Goreng

Ilustrasi
Ilustrasi

AKURATNEWS - Sejak diberlakukan larangan ekspor CPO dan turunannya dua pekan lalu, harga jual migor curah mulai bergerak turun.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) menyebutkan per tanggal 11 Mei 2022, harga migor curah sedikit turun menjadi Rp. 19.100,- per kilogram dari sebelumnya Rp. 20.100,- per kilogram.

Namun, harga ini masih jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp. 15.500,- per kilogram.

Dalam proses penurunan harga migor agar sesuai HET, Mulyanto minta pemerintah meminimalisasi risiko kebijakannya bagi rakyat kecil, khususnya petani sawit rakyat.

Para petani harus dibela dan diberi insentif selama pelarangan ekspor tersebut berlangsung. Jangan dibiarkan menjadi korban kebijakan Pemerintah.

"Insentif itu bisa berupa pembelian tandan buah segar (TBS) oleh pemerintah untuk biofuel, insentif pupuk, dan berbagai insentif lainnya," terang Mulyanto dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Kamis, 12 Mei 2022.

Mulyanto memperkirakan adu kuat antara pemerintah dan pengusaha migor ini masih akan terus berlanjut hingga dua bulan ke depan.

Sebab daya tahan pengusaha migor bergantung pada kapasitas tangki penyimpanan dan pengolahannya (refinery).

Selanjutnya 1 2
Penulis: Wahyu Wicaksono
Editor: Ahyar

Baca Juga