Tiga Kementerian dan Bulog Nyatakan Stok Pangan Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2019 Aman

Jakarta, Akuratnews.com -Pemerintah melalui 3 kementerian yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi dan Bulog menjamin stok beras dan pangan lainnya aman pada Ramadan 2019. Khususnya beras, stok diproyeksikan mencukupi. Jadi ketetersediaan bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama  bulan puasa dan ldul Fitri tahun ini terjamin.

hal itu diungkapkan oleh para panelis yang mewakili masing masing Kementerian dan Bulog dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), dengan thema " Pengendalian Bahan Pangan", yang digelar di Auditorium Kemenkominfo Jakarta, pada Senin, 13 Mei 2019.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar mengatakan pasokan sembilan bahan pokok yang diawasi oIeh Bulog masih mencukupi. Untuk komoditi bawang putih , ia mangaku saat ini kewenangannya sudah berada di tangan Kementerian Pertanian. Terkait pasokan beras, ia mengungkapkan cadangan yang dimiliki Bulog mempai 2,1 juta ton. Sampai saat ini  pihaknya masih terus menyerap beras dari petani.

"Saat ini, persediaan beras di pasar mencukupi sehingga belum ada urgensi untuk melakukan operasi pasar. Kondisi yang sama terjadi pada komoditas Iainnya yaitu guIa, jagung, dan minyak", jelas Bachtiar, saat melakukan diskusi FMB 9 di Jakarta, pada Senin (13/04/2019)..

Lebih lanjut bachtiar juga menambahkan, "Khusus untuk daging Kerbau, Bulog menyebut kontrak impor sudah dilakukan cukup lama. lmpor daging Kerbau sebanyak 7.000 ton dari India diperkirakan datang pada akhir pekan depan", lanjut Bachtiar.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi, mengungkapkan bulan puasa kali ini bertepatan dengan masa panen sehingga pasokan beras diperkirakan masih aman.

" Stok beras di Bulog masih ada 2 juta ton lebih,  saat Ramadan ini  bertepatan dengan musim panen. jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Satu-satunya kekhawatiran adanya kenaikan harga hanya pada komoditas bawang putih. Tetapi, impornya sudah masuk ke Indonesia sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan Iagi saat ini" jelas Agung Hendardi.

Lebih jauh Agung Hendriadi menambahkan, " Pemerintah melalui Kementan, Kemendag, dan Bulog, menjamin pasokan berbagai macam bahan pangan aman. Ketersediaan stok di gudang milik Bulog maupun petani, sangat mencukupi kebutuhan di seluruh nusantara. BKP juga tetap menjaganya dengan memonitor harga harian dan meIaksanakan operasi pasar jika diperlukan", tambah Agung.

Sementara itu Sekjen Departemen Perdagangan Karyanto Suprih mengungkapkan tentang  strategi stabilisasi harga yang dilakukan dengan empat cara, yaitu penguatan regulasi (penetapan HET/harga eceran tertinggi), pemantauan dan pengawasan, penatalaksanaan, rakornas bahan pokok, dan upaya khusus.

Untuk penyediaan bahan pokok menghadapi hari-hari besar aagama tahun 2019, Karyanto mengatakan bahwa strategi pertama penguatan regulasi adalah adanya Perpres Penetapan dan penyimpanan Bapokting (bahan pokok dan penting). Selanjutnya Kemendag menetapkan harga acuan.

”Harga acuan itu penting agar harga-harga ada batasnya dan dapat dikendalikan,” tukasnya.

Untuk itu, ia menambahkan ada penetapan HET beras, harga khusus, pendaftaran pelaku usaha distribusi Bapok, penataan dan pembinaan gudang, pencantuman label kemasan beras.

Ia melanjutkan bahwa strategi kedua adalah pemantauan dan pelaksanaan dengan emantauan kondisi harga dan ketersediaan bapok oleh Eselon I beserta jajaran Kemendag.

”Hal ini bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi dan Pemkab/Kota serta pengawasan oleh Satgas Pangan di seluruh Indonesia khususnya pada periode HKBN (Hari Besar Keagamaan Nasional),” ujarnya lagi.

Menurutnya, pengawasan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga bapok secara intensif di 205 pasar rakyat yang ada di 82 kabupaten/kota. Sedangkan periodenya adalah dari 24 Mei hingga 4 Juni 2019.

Untuk strategi yang ketiga yaitu penatalaksanaan yang berupa koordinasi dengan pemda, instansi terkait, dan pelaku usaha.

”Juga fasilitasi BUMN dan pelaku usaha,” tambahnya. Ada Rakornas (rapat koordinasi nasional) bapok yang dilaksanakan di bandung (20 Maret 2019). Juga ada Rakorda (rapat koordinasi daerah) di 34 ibukota provinsi yang berlangsung pada periode April-Mei 2019," lanjutnya.

Sedangkan strategi keempat adalah upaya khusus dengan melakukan penetrasi ke pasar rakyat jika terjadi gejolak harga bapok. Selain itu ada operasi pasar bawang putih yang dilaksanakan di 13 provinsi.

“Dari hasil pemantauan di lapangan yang telah kami lakukan, pasokan bahan pokok dan ketersediaannya cukup. Sehingga harga-harganya tetap stabil dan terjaga,” tegasnya./Irish

Penulis: Irish
Editor: Redaksi

Baca Juga