oleh

Pemilu Sela Membayangi Transaksi Di Bursa Minyak Dunia

Jakarta, Akuratnews.com – Harga minyak mentah naik tipis $ 0,03 ke $ 63,13 barel setelah merayap turun $ 0,04 menjadi $ 63,10 per barel pada hari Senin. Sementara itu, setelah tergelincir $ 1 hingga $ 1,232.30 ons di sesi sebelumnya, emas berjangka naik $ 2,60 menjadi $ 1,234.90 per troy ons.

Di sisi mata uang, dolar AS diperdagangkan pada 113,14 yen dibandingkan dengan 113,19 yen yang diambil pada penutupan perdagangan New York pada Senin. Terhadap euro, dolar bernilai $ 1,1434 dibandingkan dengan kemarin $ 1,1407.

Pemilu sela tidak pernah benar-benar diharapkan untuk menjadi peristiwa pasar yang luar biasa jika itu sesuai dengan rencana, tetapi kejutan dari kedua sisi partai bisa muncul bagi pasar forex. Tentu saja ini akan diikuti dengan penyesuaian pasar komoditi termasuk Minyak Mentah.

Sejauh ini Dolar AS sedikit tertekan, dimana membuat Poundsterling naik ditengah kebisingan Brexit. Sementara EUR dalam perdagangan EURUSD mampu mengatasi dengan baik data PMI yang buruk. Tetapi secara keseluruhan hal-hal ada dorongan kenaikan yang bermain dengan mengharapkan greenback menetes lebih rendah dari hasil kemacetan konsensus.

Bursa saham AS secara mengejutkan bagi beberapa orang terus berbaris naik ditengah Pemilu sela kongres meskipun dalam volume yang tipis. Para pialang tetap berhati-hati karena sedikit sekali ada investor yang mau mempertaruhkan taruhan besar sebelum hasil pasti disahkan.

Memang faktor sentimen pada bursa tampaknya tidak terlalu dilemahkan oleh prospek potensial dari kedudukan Demokrat di Kongres dan Republik yang berpotensi memenangkan Senat. Terlihat oleh jajak pendapat dimana dolar yang tersisa dengan baik dalam rentang perdagangan saat ini dan tidak menunjukkan kelemahan yang signifikan. Perburuan pada Emas untuk lindung nilai diakhir secara relatif menjelang kotak suara ditutup.

Koreksi ini membuat harga minyak juga turun sedikit. Bahkan harga minyak Brent jatuh di bawah rata-rata pergerakan dalam 200 harinya.  Ini memicu pemberhentian selanjutnya. Sementara para pialang juga fokus kembali pada pembebasan produksi yang dikeluarkan ke delapan negara, yang memungkinkan mereka untuk melanjutkan produksi Iran sementara.

Ada lebih banyak nada bearish dari Direktur Badan Energi Internasional Fatih Birol yang menyerukan kepada OPEC untuk meningkatkan produksi minyak lebih tinggi lagi, untuk memenuhi pertumbuhan permintaan minyak global yang “kuat”, terutama dalam menghadapi penurunan produksi Venezuela yang terus berlanjut ditambah dengan penerapan kembali sanksi-sanksi.

Mungkin juga menambah bobot lebih lanjut untuk harga adalah perkiraan Bloomberg untuk persediaan minyak mentah domestic AS, yang menunjukkan stok minyak mentah telah meningkat 2 juta barel minggu lalu. Jika laporan resmi DOE besok mengonfirmasi, ini akan menandai bentangan terpanjang dari inventaris sejak Maret 2017.

Harga minyak mentah akan mengkonsolidasikan diri dimana harga Brent dikisaran rata-rata pergerakan dalam 200 hari sembari menunggu dampak terukur aktual dari sanksi AS kepada Iran, setidaknya dalam masa 180 hari. Meskipun juga ada harapan bahwa kondisi yang jenuh jual ini bisa membuka kembali minat investor untuk masuk ke pasar dan mendorong harga minyak mentah naik kembali. (LH).

Komentar

News Feed