Pemkab Morowali Tegakan Perbup Tentang Kawasan Tanpa Rokok

Morowali, Akuratnews.com - Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Morowali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali menegakkan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 6 tahun 2015 dan Peraturan Daerah (Perda) nomor 16 tahun 2013 tentang kawasan tanpa rokok.

Melalui Kabid Perda Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Amirullah mensosialisasikan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan tempat kerja, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, lingkungan belajar mengajar, fasilitas umum, dan angkutan umum.

"Kami mengawali sosialisasi kawasan tanpa rokok ini mulai dari lingkungan kerja atau kantor - kantor pemerintahan," ungkap Amirullah.

Amirullah menambahkan, sosialisasi ini ditekankan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Morowali, utamanya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Bulan Desember 2019 lalu, telah ada kesepakatan Bupati dan seluruh ASN lingkup Pemkab Morowali untuk menegakkan Perda Kawasan tanpa rokok. Untuk itu saya sebagai Kabid Perda, melakukan sosialisasi secara masif kepada seluruh ASN untuk menjalankan aturan tersebut," tegasnya.

Untuk diketahui, setiap pelanggar Perda Kawasan Tanpa Rokok dikenakan sanksi pidana pasal 23, setiap orang yang merokok ditempat atau area yang dinyatakan sebagai KTR sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat 1 dipenjara paling lama 3 hari atau denda paling banyak sebesar Rp. 50.000.

Pasal 24, setiap orang atau badan yang mempromosikan, mengiklankan, menjual dan atau membeli rokok ditempat atau area yang dinyatakan sebagai KTR sebagaimana dimaksud, dipidana dengan penjara paling lama 7 hari atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.

Pasal 25, setiap pengelola KTR yang tidak melakukan pengawasan internal, membiarkan orang merokok, tidak menyingkirkan asbak atau sejenisnya, dan tidak memasang tanda-tanda dilarang merokok di tempat area dinyatakan sebagai KTR dipidana dengan penjara paling lama 15 hari, atau denda Rp. 10.000.000.

Penulis: Wardi Bania

Baca Juga