Pemkot Depok Bersiap Bentuk Landasan Hukum Untuk Larangan Rokok Elektrik

Depok, Akuratnews.com- Cairan dalam rokok elektrik atau vape, dinilai pihak Dinas Kesehatan Kota Depok miliki kandungan zat berbahaya seperti mengandung zat propilen glikol atau gliserin, nitrosamin, nikotin dan penambah rasa.

Lantaran itu, tidak hanya akan melarang, Pemerintah Kota Depok bahkan akan membuat landasan hukum terkait regulasi larangan kepada pengguna rokok elektrik (Vape) di Depok.

"Nitrosamin merupakan zat yang dapat menyebabkan kanker. Dengan demikian, rokok elektrik dan rokok konvensional sama-sama berbahaya", ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, Selasa,(17/9/2019) di Balai Kota Depok.

Pemerintah Kota Depok juga berencana melarang penggunaan rokok elektrik (Vape) dan akan membentuk payung hukum yang nantinya tertuang dalam Peraturan Daerah atau Perda nomor 03 tahun 2014.

"Pemkot Depok akan melarang penggunaannya dengan membentuk payung hukum yang tertuang dalam Perda nomor 03 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR),” terang Novarita.

Rokok elektrik, kata Novarita, mengandung zat berbahaya lantaran dalam cairan rokok elektrik atau vape, mengandung zat propilen glikol atau gliserin, nitrosamin, nikotin dan penambah rasa.

Novarita menjelaskan, remaja atau generasi milenial menjadi sasaran dalam penjualan rokok elektrik. Oleh karena itu, remaja di Kota Depok di imbau memahami zat berbahaya dalam vape.

“Mereka ini masuk kategori perokok pemula. Akan kami sasar untuk sosialisasi di sekolah, kelurahan, dan kecamatan dengan menjelaskan bahayanya,” pungkasnya

Penulis: Eko Ahdayanto
Editor: Redaksi

Baca Juga