Pemkot Madiun Keberatan Berita Dugaan Penyimpangan Dana Pengadaan Laptop

Jovita, Kepala Bidang Pelayanan dan Informasi Publik, Dinas Kominfo Kota Madiun, saat ditemui jurnalis dan LSM.
Jovita, Kepala Bidang Pelayanan dan Informasi Publik, Dinas Kominfo Kota Madiun, saat ditemui jurnalis dan LSM.

Madiun, Akuratnews.com - Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, keberatan tersebarnya pemberitaan dugaan penyimpangan dana pengadaan laptop bagi siswa SD dan SMP.

Berita tak sedap yang tayang di akuratnews.com, Sabtu (19/9), menurut penilaian Pemkot Madiun tersebut, terkait dugaan 'ketakberesan' keuangan atas pembelian laptop massal yang diungkap Bambang Gembik, yakni tokoh LSM setempat.

Pemberitaan akuratnews.com tersebut menurut Jovita, Kabid Pelayanan Informasi Publik Pemkot Madiun, yang ditemui jurnalis dan LSM di ruangannya, Senin (21/9), dianggap bersifat menghakimi (trial by the press, red) Pemkot Madiun, lantaran tidak berimbang (coverage both side, red).

"Pemberitaan akuratnews.com seperti mengedepankan opini sendiri. Seolah menghakimi dan tidak berimbang," papar Jovita.

Meski menganggap akuratnews.com tak berimbang dan 'main hakim sendiri, namun Jovita tidak bisa menjelaskan sisi mana yang dianggap tidak tepat dalam pemberitaan tersebut.

"Maaf saya tidak bisa menjelaskannya. Nanti saja menunggu release resmi dari pimpinan," kata Jovita.

Sementara release dari Dinas Kominfo Kota Madiun yang ditanda tangani kepala dinasnya, Subakri, S, Sos, MSi, dan diterima akuratnews.com, menjelaskan hal terkait pengadaan laptop yang secara umum tak beda jauh dengan materi pemberitaan akuratnews.com.

Perbedaan tipis terletak pada anggaran pengadaan laptop. Anggaran yang benar menurut release sebesar Rp. 38. 788. 750. 000 (bukan Rp. 39. 800. 000. 000).

Anggaran tersebut guna pembelian laptop sebanyak 5.425 unit. Jika dengan anggaran Rp. 38. 788. 750. 000, maka per unit laptop senilai Rp. 7. 150. 000.

Sedangkan yang dikritisi Bambang Gembik, tokoh LSM tersebut, berdasar hasil temuan di toko gawai terbesar di Madiun menyebutkan, laptop dengan merk dan spek yang sama terjadi selisih harga satuan.

"Jadi release sebagai hak jawab itu tetap saja terdapat selisih harga. Artinya lebih murah di toko setempat," tegas Gembik, panggilan akrabnya.

Sesuai petugas toko yang diwawancarai akuratnews.com beberapa hari lalu, laptop dengan merk dan spek yang sama cuma seharga Rp. 6. 600. 000, (baca akuratnews.com Sabtu 19/9).

Menurut Gembik, jika harga satuan toko setempat, Rp. 6. 600. 000, dikalikan jumlah kebutuhan laptop sebanyak 5.425 unit, menghasilkan Rp. 35. 805. 000.000.

Sedangkan biaya yang dikeluarkan panitia sebesar Rp. 38. 788. 750.000. "Coba hitung dan bandingkan anggaran untuk membeli di toko setempat dengan melalui PT. Turbo Mitra Perkasa akan terdapat selisih sebesar Rp. 2. 983. 750. 000. Terus gimana maunya. Masak ada yang murah kok beli yang mahal," tegas Gembik sengit.

Sementara yang tidak terdapat dalam materi akuratnews.com seperti yang dimaksud release Pemkot Madiun, menyangkut bonus setiap unit laptop berupa hands mouse, tas, costum BIOS, install open office, garansi spare part dan biaya jasa service.

Selain itu, pengadaan barang dilakukan secara katalog elektronik dan dikerjakan PT. Turbo Mitra Perkasa Jakarta.

Pengiriman barang secara bertahap mulai 15 Juli sampai 27 Juli 2020. Dan laptop tersebut telah didistribusikan kepada siswa sekolah kelas 5 SD dan kelas 8, sejak 11 September lalu.

Penulis: Mascuk

Baca Juga