Pempek CRP dan Cerita Suhendro Wang Membangun Bisnis Kuliner Tanah Kelahirannya

Pebisnis dan Konsultan Bisnis Suhendro, S.E., M.M.

Saat mendirikan pabrik Pempek CRP yang bernaung di bawah PT. Citra Rasa Palembang itu, Suhendro Wang mengaku, tidak asal-asalan dalam membangun dan memproduksi Pempek CRP.

Selain itu, Suhendro juga membagikan pemikiran bisnis di bidang kuliner. Menurutnya ada tiga level yang harus dilalui.

"Untuk level yang pertama, level hit and run, di level ini makanan akan sebegitu booming-nya pada suatu waktu akan tetapi, setelah lewat 1-2 tahun, makanan ini akan menghilang dan lenyap begitu saja.
Kedua, level yang berkaitan dengan habit kesehatan." Ujar Suhendra.

"Misalnya jika saya ke mal, saya akan lebih memilih yoghurt frozen dibandingkan es krim merk A. Karena memakan yogurt frozen terasa lebih enteng rasanya di tenggorokan dan pencernaan pun lebih lancar setelah mengonsumsi itu," lanjutnya.

Sedangkan evel ketiga dalam bisnis makanan kata Suhendra yaitu, berkaitan dengan budaya (culture). Di titik ini, bisnis akan bertahan selamanya. Karena makanan sudah menyatu dan melekat dengan budaya tertentu.

“Seperti kalau kita ke negara Jepang, ada istilah jika kalau belum makan sushi atau ramen, berarti kita belum pernah menginjak Jepang. Sama seperti halnya pempek, jika ke kota Palembang belum makan pempek berarti belum menginjak Palembang,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pempek CRP telah memiliki sertifikat SNI, BPOM, Halal, GMP, dan ISO 22000, serta sedang tahap pengurusan HACCP, untuk keperluan ekspor ke mancanegara.

Terakhir Suhendro Wang berharap besar, kelak suatu hari nanti, setiap hotel di Indonesia bisa memiliki menu pempek pada saat breakfast, brunch, dan saat coffee break.***

Selanjutnya 1 2
Penulis: Alamsyah
Editor: Redaksi

Baca Juga