Pemuda LIRA Pertanyakan Kinerja BPIP dan BNPT

Ilustrasi Pemuda LIRA
Ilustrasi Pemuda LIRA

Jakarta, Akuratnews.com - Pemuda LIRA menilai pasca gerakan teror yang membom Gereja Katedral Makasar dan aksi teror ke Mabes Polri, membuktikan program deradikalisasi yang di gembar-gemborkan BNPT tidak berjalan dengan efektif bahkan pelaku teror masih generasi muda.

Mantan aktivis GMNI yang juga pengurus presidium GMNI KLB Periode 2017-2019, Sandri Rumanama menyoroti steatment Presiden Jokowi pada ucapan dies natalis GMNI lalu, agar konsistensi kader GMNI dalam menjaga Pancasila dan merawat kebhinekaan.

Sandri Rumanama dirinya meminta agar Presiden Jokowi mencopot Kepala BPIP, KH. Yudian Wahyudi dan Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar.

"Kalau saya sih, bagian dari menjaga konsistensi merawat Kebhinekan adalah menekan laju gerakan intoleransi sebagai kerangka penanganan terorisme di negara ini" ujar Sandri yang juga Ketua OKK Pemuda LIRA Itu.

Sandi menjelaskan bahwa BPIP Gagal meruduksi gerakan radikalisme dan pemahaman kepancasilan dan BNPT gagal menekan lajunya gerakan terorisme di Indonesia dan kebobolan hingga markas besar kepolisian diserang.

"Ya kinerja BPIP dan BPNT harus dievaluasi, bila perlu copot Kepala BPIP dan BNPT, kan gagal mereka dalam penanggulangan terorisme", tegasnya.

Ditempat terpisah Sekretaris Jendral DPP Pemuda LIRA, Zaldi Sonata, menjelaskan bahwa BPIP dan BNPT boros anggaran.

Menurutnya, dua lembaga ini punya anggaran yang besar, tapi gagal dalam menanggulangi gerakan intoleransi dan aksi teror khususnya dalam mereadikalisasi gerakan radikal.

"Inikan pemborosan anggaran, sudah gagal, boros anggaran, eh minta ditambahin anggaran lagi hingga mencapai Rp 304,7 miliar oleh BNPT kan edan". ungkap Zaldi

Selain BNPT, Zaldi juga menyoroti BPIP yang anggarannya mencapai 204 miliar Rupiah, tapi tidak ada progres kerja yang jelas.

"Ngapain anggaran sebesar itu tapi 2 lembaga ini tidak ada kerja nyata" ucapnya.

"Kami berkomitmen Pemuda LIRA akan mengawal bahkan akan melakukan aksi serentak di 214 Kabupaten kota secara massal agar kepala BNPT dan BPIP dicopot dan kami juga menghimbau kepada seluruh Pemuda Indonesia untuk merapatkan barisan melawan teror dan tidak takut akan teror" pungkasnya.***

Penulis: Ahyar
Editor:Redaksi

Baca Juga