Penagih Utang, Berikut Sejarah dan Cara Kerja Debt Collector

Ilustrasi Penagih Utang/Pixabay
Ilustrasi Penagih Utang/Pixabay

AKURATNEWS - Penagih utang, ya mendengar kata penagih utang atau debt collector bayang dikepala kita sudah tentu pria bertampang sangar dan berasal dari etnis tertentu.

Anggapan kita tentang penagih utang tersebut sebenarnya tidaklah terlalu salah.

Sejak rezim Soeharto, orang-orang dari etnis tertentu kerap dipekerjakan sebagai debt collector maupun penjaga tanah sengketa.

Baca Juga: Kodam Jaya Geram, Debt Collector yang Keroyok Anggota Babinsa Terus Diburu

Melansir dari vice.com, Ferry Lasatira, yang telah bekerja sebagai penagih utang sejak 1980-an, mengatakan bahwa warga etnis Maluku kerap dipekerjakan sebagai debt collector karena dinilai memiliki keberanian dan etos pantang menyerah.

Keberanian tersebut, menurut Ferry yang berasal dari Seram Barat, terkait dengan sejarah panjang perjuangan rakyat Maluku melawan kolonial Belanda di abad 19.

"Orang-orang Maluku selalu dikirim ke garis depan dalam peperangan, bahkan jauh sebelum negara ini ada" ujar Ferry yang saat ini masih bekerja sebagai debt collector.

“Orang berani kasih kita pekerjaan karena kita punya prinsip. Gimana kami bisa mendatangi orang kalau kami takut?” sambungnya.

Baca Juga: Amalkan Doa Ini, Insya Allah Hutang Anda Lunas

Ferry menambahkan, komunitas orang Maluku yang merantau ke kota besar memiliki ikatan yang sangat erat.

Dari ikatan tersebut, tidak jarang jika seorang penagih utang lantas mengajak kawan-kawan lainnya untuk terjun ke dunia yang sama.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Redaksi

Baca Juga