Penanganan Kasus Narkoba di Polres Labuhanbatu Menurun Drastis

Labuhanbatu, Akuratnews.com - Penanganan kasus penyalahgunaan narkotika di Polres Labuhanbatu menurun drastis, hingga hampir mencapai 50% (lima puluh persen).

Meski peredaran dan penyalahgunaan narkotika serta tindak pidana kejahatan lainnya yang terjadi di wilayah hukum Polres Labuhanbatu, menempati ranking kedua setelah Polrestabes Medan.

Hal tersebut dikatakan oleh Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang SH SIK, di Masjid At Taqwa, di Lingkungan Pekan Lama, Kelurahan Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Jum'at (21/12/2018), dalam kegiatan Jum'at Barokah Polres Labuhanbatu.

"Saya harapkan kepada kita semua yang ada di sini, agar bisa bersinergi memberantas dan memerangi narkoba. Perhatikan keluarga, putra-putri dan lingkungan kita masing-masing, agar jangan sampai bersentuhan dengan segala hal yang berkaitan dengan narkoba. Memerangi dan memberantas peredaran narkoba bukan hanya tugas aparat kepolisian saja. Masyarakat juga harus mau berpartisipasi membantu aparat kepolisian dalam hal pemberantasan narkoba, demi masa depan generasi muda kita," harap alumni akpol 2008 itu.

Dipaparkan AKBP Frido, pada tahun 2017 lalu, tercatat 4242 kasus narkoba yang ditangani Polres Labuhanbatu. Sementara, tahun 2018 ini, kasus narkoba yang ditangani tercatat sebanyak 2218 kasus.

"Artinya, untuk kasus narkoba yang terjadi di wilayah hukum Polres Labuhanbatu, pada tahun ini cenderung mengalami penurunan hampir 50 %. Namun begitu, Polres Labuhanbatu akan terus secara maksimal melakukan upaya pemberantasan peredaran narkoba di daerah ini, tentunya tidak terlepas dari partisipasi dan peran serta bapak-bapak semua yang ada di sini," papar dia.

Orang nomor satu di Polres Labuhanbatu itu juga membeberkan, bahwa di tahun 2018, pihaknya sudah memecat 4 personil Polres Labuhanbatu yang terlibat kasus narkoba.

"Terhadap kasus narkoba, kita tidak pernah main-main. Selaku aparat penegak hukum, kami mohon kepada masyarakat agar kita dapat bergandeng tangan bersama-sama memberantas peredaran narkoba di daerah kita ini," pintanya.

Menyinggung tentang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Pemilihan Presiden serta Wakil Presiden (Pilpres) yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang, AKBP Frido Situmorang mengingatkan agar masyarakat jangan mau terpancing dengan segala bentuk issu SARA (Suku, Agama dan Ras) yang bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Banyaknya beredar informasi atau berita hoax (berita bohong) harus dapat disikapi dengan arif dan bijaksana.

"Menyikapi situasi menjelang Pemilu Legislatif dan Pilpres 17 April 2019 mendatang, kita semua harus bersikap bijaksana. Perlu saya sampaikan, gambaran situasi politik di tanah air saat ini sudah 'hangat'. Di tengah-tengah masyarakat, sering kita dengar beredar berita bohong (hoax) yang saling hujat dan menjelek-jelekkan. Bila tidak bijaksana menyikapinya, dapat dipastikan kekacauan dan kehancuran yang akan terjadi. Hal ini yang harus bersama-sama kita antisipasi," ujar Frido.

Dalam kegiatan Jum'at Barokah tersebut, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang SH SIK, hadir didampingi Wakapolres, Kompol Anggoro Wicaksono SH SIK MH, Kasat Binmas, AKP Hairun Edi Sidauruk SE MH, dan Kasat Lantas, AKP Sonny Harsono SH SIK, serta sejumlah personil Polres Labuhanbatu lainnya.

Penulis:

Baca Juga