Pencarian KM Sinar Bangun Dihentikan, Keluarga Diajak Relakan Korban

Simalungun, Akuratnews.com - Direktur Operasional Basarnas, Brigjen Bambang Suryo Aji mengatakan pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba dihentikan.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sabtu (30/06/2018).

Pencarian korban hilang KM Sinar Bangun hingga hari ke 14 belum ditemukan meski Tim Basarnas gabungan telah mengerahkan peralatan canggih serta dibantu kapal kapal masyarakat dan para penyelam untuk mencari dan menemukan korban.

Bahkan Basarnas akan mendatangkan ROV yang dapat bekerja mengangkat korban atau mengikat korban untuk di bawa ke permukaan namun rencana mendatangkan peralatan tersebut batal.

"Alat tersebut datangnya satu bulan dan belum lagi rakitnya, bisa dua bulan. Karena itu kita harus melihat kondisi ini " ujar Bambang.

Usai pertemuan dengan seluruh keluarga korban di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Pematang raya, Kabupaten Simalungun, Minggu (1/6/2018), Bambang memastikan pencarian akan ditutup pada hari Selasa (3/7/2018).

Sementara itu Bupati Simalungun, JR Saragih saat pertemuan tim Basarnas, Pemkab Simalungun, KNKT, Jasaraharja, Polres Simalungun, dan TNI dengan seluruh keluarga korban di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Pemtangraya, Kabupaten Simalungun, meminta agar keluarga mengikhlaskan jenazah Korban KM Sinar Bangun. Bupati juga menyampaikan rasa duka kepada seluruh keluarga korban KM Sinar Bangun.

Berkaitan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Simalungun akan membangun monumen tragedi KM Sinar Bangun di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun pada Selasa (3/6/2018).

Monumen itu nantinya akan kita buat berbentuk kapal lengkap dengan nama, tanggal lahir ratusan keluarga korban KM Sinar Bangun.

Bupati JR Saragih juga menyampaikan akan menjamin bantuan dana bagi keluarga korban jiwa dan hilang. (HSP)

Penulis:

Baca Juga