Pencopotan Bos Asabri Ternyata Sudah Direstui Prabowo

Jakarta, Akuratnews.com - Pencopotan bos Asabri (Persero) Sonny Widjadja dari jabatannya pada 4 Agustus 2020 sempat menuai reaksi. Sonny yang seorang purnawirawan jenderal digantikan oleh Wahyu Suparyono.

Namun ternyata, penggantian pucuk pimpinan di Asabri itu dilakukan Erick Thohir setelah berkonsultasi terlebih dahulu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Hal ini dibenarkan Juru bicara Kementerian Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang membeberkan peran Prabowo dalam pergantian tersebut.

"Menteri BUMN tentu banyak berkonsultasi dengan Menhan Prabowo Subianto. Beliau (Prabowo) bersepakat dengan Menteri BUMN diperlukan adanya penyegaran di Asabri agar tata kelolanya lebih baik di masa yang akan datang," ujar Dahnil, Kamis (6/8/2020).

Menurut Dahnil, Prabowo memandang perbaikan manajerial dan tata kelola manajemen saat ini sangat dibutuhkan oleh entitas tersebut.

"Pak Prabowo ingin manajemen Asabri lebih prudent (hati-hati) dalam mengelola dana prajurit, dan ASN, TNI," tuturnya.

Diketahui, Erick telah melakukan perombakan pada kursi pimpinan Asabri sejak Januari lalu. Sebelum Sonny, Herman Hidayat dan Rony Hanityo Apriyanto juga dicopot dari jabatan Direktur Asabri.

Di era Sonny, Asabri terkuak mengalami kinerja keuangan yang negatif akibat jebolnya investasi. Berbarengan dengan ribut-ribut saham gorengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), investasi Asabri dianggap turut memicu potensi gagal bayar klaim dari pemegang polis perusahaan.

Kabar adanya gagal bayar meruak pada 10 Januari lalu. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD kala itu mengungkapkan bahwa dia telah memperoleh informasi tentang masalah-masalah di Asabri.

"Saya mendengar isu korupsi di Asabri yang mungkin tidak kalah fantastisnya dengan Jiwasraya, di atas Rp 10 triliun gitu," tutur Mahfud.

Penulis: Eddy

Baca Juga