Pendekatan dengan Basarnas, RS. Yarsi Bidik Jadi Rumah Sakit Siaga Bencana

Direktur utama RS Yarsi, Dr. Mulyadi Muchtiar, MARS.

Jakarta, Akuratnews.com – Baru sekitar enam bulan sejak soft lounching pada bulan Oktober 2018 lalu, RS Yarsi, membidik untuk bisa bekerjasama dengan Badan Sar Nasional (Basarnas). Bukan tanpa dasar, RS. Yarsi ingin melakukan kerjasama dengan Basarnas. Dengan segala fasilitas dan infrastuktur yang ada, RS. Yarsi siap untuk menjadi Rumah sakit Siaga Bencana. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur utama RS Yarsi, Dr. Mulyadi Muchtiar, MARS, saat konferensi pers, di salah satu ruang RS. Yarsi, Jakarta, (9/7).

Dr. Mulyadi, menjelaskan kerjasama dengan Basarnas memang sedang berproses. Di mana pihaknya sedang melakukan pendekatan dengan memperlihatkan kualitas dan spesifikasi yang dimiliki.

“Basarnas membutuhkan fasilitas pelayanan kesehatan jika mereka sudah melakukan pertolongan pertama dan RS. Yarsi memiliki fasilitas itu. Proses evakuasi medis berdasarkan rumah sakit atau hospital base itu akan lebih tepat responnya. Jadi free hospital intensif care bisa langsung berjalan,” ujarnya.

Lebih jauh dia menambahkan, kerjasama dengan Basarnas bagaimana RS. Yarsi, bisa melakukan pertolongan kepada korban-korban bencana alam yang terjadi, yang ditangani oleh BNPB.

“Kami bisa menolong atau membantu pertolongan jiwa, dan anggota tubuh kepada pasien-pasien yang membutuhkan pertolongan. Secara tidak langsung kita bisa menjadi rumah sakit siaga bencana,” imbuhnya.

Ditanyakan terkait target realisasi untuk kerjasama tersebut, Dr. Mulyadi, mneyatakan secepatnya agar dapat direalisasikan. Dirinya menyakini, RS. Yarsi sudah sangat siap untuk menjadi mitra dari Basarnas dalam menangani korban-korban bencana alam.

“Untuk target sesegera mungkin, kerjasama ini bisa direalisasikan. Kalau bisa bulan depan, kami tidak menunggu untuk akhir tahun dalam kerjasama dengan Basarnas,” tandasnya.

Sebagai informasi saat ini RS. Yarsi, telah menyediakan landasan helikopter jika dalam kondisi darurat, sekaligus penyediaan helikopter, untuk membawa pasien kegawatdaruratan sebagai salah satu program free hospital intensif care.

Penulis:
Photographer: Redaksi

Baca Juga