Opini

Pendidikan Anti Korupsi Diterapkan, Nepotisme Masih Belum Lepas dari Sekolah

Akuratnews.com - Implementasi Pendidikan Anti Korupsi sudah digencarkan dan diterapkan, dan setiap sekolah wajib melaksanakan pendidikan anti korupsi di lingkungan sekolahnya, tetapi bagaimana jika di internal sekolah sendiri yang melakukan kegiatan korupsi, kolusi dan nepotisme. Para Pegawai dan pendidik yang diharapkan bisa memberikan contoh yang baik dan benar, malah membuat tindakan yang justru melawan aturan.

Lalu bagaimana bisa pendidikan anti korupsi bisa berjalan dengan baik dan benar jika dari interalnya sudah terpapar virus KKN.

Ini terjadi di salah satu sekolah, sekolah tersebut di tengah pulau jawa. Sekolah ini melakukan penerimaan calon pendidik/pegawai, dikarenakan sekolah tersebut membutuhkan seorang pendidik yang ahli di bidang Bimbingan dan Konseling.

Sekolah tersebut memberikan Informasi penerimaan pegawai dengan melalui media sosial, tahap seleksi demi seleksi dilakukan hingga masuk ke tahap wawancara, hingga saat waktu pengumuman di informasikan ada beberapa kecurigaan dalam proses seleksi di sekolah tesebut.

Salah satunya Nilai yang tidak di umumkan secara terbuka, dan juga tersebar informasi bahwa tenaga pendidik yang diterima di sekolah tersebut memiliki hubungan kekeluargaan/kekerabatan dengan yang berkuasa di sekolah tersebut.

Praktik diatas memang sudah menjadi hal biasa, menurut Khotimah dkk (2010) menjelaskan “banyaknya permainan KKN dalam rekrutmen penerimaan pegawai sudah bukan menjadi rahasia umum selama sistem penerimaannya masih seperti model lama yang banyak peluang untuk melakukan rekayasa sehingga peserta yang bagus, pintar, bisa tidak lulus, tapi peserta tes yang kurang mampu dalam prestasinya dapat lulus karena sudah membayar kepada calo”.

Lebih lanjut tindakan diatas tergolong dalam tindakan nepotisme, tindakan nepotisme menurut Pope dalam Lazuardi (2014) menjelaskan “Nepotisme merupakan upaya dan tindakan seseorang (yang mempunyai kedudukan dan jabatan) menempatkan sanak saudara dan anggota keluarga besar, di berbagai jabatan dan kedudukan sehingga menguntungkannya”.

Selanjutnya 1 2 3

Baca Juga