Penegakkan Hukum Minim, Lokataru Desak Negara Segera Atasi Mafia Tanah di Tangerang

Untuk diketahui,, ratusan hektare tanah milik puluhan warga di Desa Babakan Asem, Kabupaten Tangerang, Banten diduga telah diserobot beberapa pihak.

Hal tersebut mencuat setelah Heri Hermawan, salah satu warga Desa Babakan Asem hendak mendaftarkan tanah miliknya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah Tangerang pada Agustus 2020.

Namun, pihak Badan Pertahanan Nasional (BPN) Tangerang menyampaikan melalui surat bahwa di atas tanah yang didaftarkan Heri telah terbit sejumlah Nomor Identifikasi Bidang (NIB) tanah atas nama orang lain, yakni Vreddy. Proses pendaftaran tanah pun tidak dapat dilanjutkan.

BPN Kabupaten Tangerang bahkan secara spesifik menyebutkan bahwa penerbitan NIB atas nama Vreddy yang terbit di atas tanah Heri Hermawan berdasarkan dokumen perolehan tanah yang dibuktikan dengan Akta Jual beli (AJB) antara Micang sebagai penjual, dengan Vreddy sebagai pembeli, pada 2013, yang dicatatkan pada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Indrarini Sawitri.

Lantaran kasus ini, sejumlah warga kemudian mengecek status tanah milik mereka masing-masing di website resmi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di https://www.bhumi.atr.bpn.go.id.

Merekapun terkejut setelah mendapati bahwa di atas lahan mereka telah terbit NIB atas nama orang lain. Di antaranya Vreddy, Hendry, dan Ahmad Ghozali. Total mereka disebutkan sebagai pemegang NIB serta SHM di atas tanah warga di 27 desa, dan empat Kecamatan di Kabupaten Tangerang dengan luas total 900 hektar.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga