Peneliti SMRC Sebut Isu 212 “Lebih Besar” dari Ahok

Diskusi bertajuk 'Reuni Akbar Alumni 212: Melacak Motif, Menimbang Implikasi' di Whiz Hotel, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018). Foto: Yusuf Tirtayasa/Akuratnews.com
Diskusi bertajuk 'Reuni Akbar Alumni 212: Melacak Motif, Menimbang Implikasi' di Whiz Hotel, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018). Foto: Yusuf Tirtayasa/Akuratnews.com

Jakarta, Akuratnews.com - Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Luthfi Assyaukanie mengatakan isu yang diangkat oleh gerakan aksi 2 Desember (212) lebih besar dari kasus penistaan agama yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurutnya, isu penistaan agama seharusnya sudah selesai dengan dijebloskannya Ahok ke penjara. "Artinya aksi 212 isunya lebih besar dari Ahok, konteksnya bukan Ahok," ujarnya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Institut Demokrasi Republikan bertajuk 'Reuni Akbar Alumni 212: Melacak Motif, Menimbang Implikasi' di Whiz Hotel, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018).

"Kalaupun hanya isunya Ahok saja maka tidak akan sebesar itu. Karena bigger than ahok makanya lebih besar lagi," sambung dia.

Diketahui, reuni akbar aksi 212 direncanakan bakal dilangsungkan pada 2 Desember 2018 mendatang. Luthfie lantas menilai konsentrasi aksi-aksi 212 adalah ketidaksukaan pada Pemerintah. "Sebagain kritis kepada Jokowi," tukas dia.

Dosen Universitas Paramadina ini juga meyakini ada motif ekonomi yang tersembunyi dalam aksi-aksi 212. Luthfie mengungkapkan ada beberapa aliran dana ke sejumlah lembaga-lembaga Islam yang diputus.

"Jadi tidak melulu aspek keyakinan, tapi juga aspek ekonomi. Detail-detail seperti ini tidak diungkapkan," tuturnya.

"Saya banyak teman di Pemerintahan yang terkonfirmasi," tambah dia.

Lebih lanjut, Luthfie mengatakan ada kepentingan politik pragmatis dalam aksi 212. Pasalnya, sejumlah kebijakan Ahok juga banyak yang merugikan pengusaha.

"Makanya ketika ada pengusaha dan kelompok Islam saling bersinergi, walau tidak serta merta mereka kolaborasi secara sengaja, tapi ada kepentingan yang sama untuk hambat Pak Ahok jadi gubernur lagi. Makanya saya katakan ada the bigger of Ahok," pungkasnya. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga