Penerapan PSBB di Jakarta Dinilai Tidak Efektif

Jakarta, Akuratnews.com - Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Jhonny Simanjuntak menilai penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta tidak berjalan efektif. Untuk itu, dia menyarankan Gubernur DKI Anies Baswedan melakukan relaksasi atau melonggarkan PSBB agar perkonomian di Jakarta kembali pulih.

Jhonny mengusulkan, pelonggran PSBB dilakukan setelah Idul Fitri. Namun, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan sejumlah syarat lainnya.

"PSBB dapat berjalan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan," kata Jhonny di Jakarta, Senin (11/5).

Lebih jauh Jhonny mencontohkan Malaysia yang melonggarkan kebijakan, namun tetap menjamin kawasan industri dan perkantoran di negara tersebut dilakukan tes swab.

Untuk itu, Jhonny menegaskan agar Gubernur DKI Anies Baswedan dapat mengintervensi tes swab dan menyiapkan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta.

"Agar banyak pekerja yang di swab test secara massal, untuk mengetahui penyebaran Covid-19. Oleh karena itu perlu ditagih janji persiapan mitigasi Covid-19 sejak bulan januari, tapi lab tes swab massal hingga kini belum terealisasikan," ujar Jhonny.

Jhonny menambahkan, relaksasi PSBB sangat diperlukan mengingat penerapannya justru dinilai mempersulit perekonomian masyarakat, terutama kelompok masyarakat rentan miskin.

"Banyak status warga rentan miskin yang akhirnya statusnya menjadi miskin karena keterbatasan operasional di tengah wabah Covid-19, mengingat juga ternyata masyarakat rentan miskin dan miskin di Jakarta masih banyak yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah DKI Jakarta," ujarnya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga