Pengacara Penggugat Nilai Hakim Tak Objektif dalam Perkara Indotruck

Pengacara Penggugat Nilai Hakim Tak Objektif dalam Perkara Indotruck
Sidang pebacaan putusan

Jakarta, Akuratnews.com – Sidang pembacaan putusan atas gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap PT.Indotruck Utama sebagai tergugat I dan Tommy Tuasihan sebagai tergugat II yang digelar pada Kamis, 12 November 2020 menuai tanda tanya dari pihak Arwan Koty sebagai penggugat I dan Alfin penggugat II.

Menurut kuasa hukum penggugat, Diving Safni, SH, dalam putusan perkara No.144 / Pdt.G /2020, Majelis Hakim diduga Tidak Mempertimbangkan Alat Bukti Serta keterangan Saksi-saksi Selama Persidangan.

“Pertimbangan majelis Hakim dalam memutus perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH), memberikan putusan yang diduga tidak berkeadilan dianggap salah dan keliru dalam menyimpulkan bahwasanya Surat Pengakuan Hutang (SPH ) dan penyerahan bertahap oleh Penggugat yang dikatakan Penggugat II telah setuju. Namun terbukti tidak dimasukkan kedalam SPH Yang telah disepakati oleh kedua belah pihak,” ungkap Diving, melalui keterangan tertulis, Senin (16/11/2020).

Dalam persidangan, masih kata Diving, terbukti bahwa majelis hakim telah salah dan keliru dengan menyatakan pinjaman penggugat I kepada tergugat II yang bersifat pribadi karena adanya jaminan aset dari penggugat I dapat ditransfer langsung kepada tergugat I.

“Saksi ahli Prof.Dr Atja Sondjaya.SH.MH. mengilustrasikan bahwa tidak dibenarkan apabila si A meminjam uang kepada si B untuk membayar si C namun menurut ahli tidak dibenarkan langsung dibayarkan atau ditransfer ke si C namun harus di serahkan terlebih dahulu kepada Si A," ujarnya.

“Menurut keterangan saksi ahli Atja Sondjaya, suatu perjanjian apabila tidak diatur didalam surat perjanjian hal tersebut merupakan Perbuatan Melawan Hukum dan jika dikaitkan dengan perkara a quo ini. Tampak jelas, perkara ini merupakan Perbuatan Melawan Hukum, Karena Giro EB 211206 dan EB 211207 tidak dimasukkan kedalam SPH. Lalu Darimana bisa dikatakan Wanpreatasi?” imbuhnya.

Pertimbangan majelis hakim, lanjutnya, juga telah salah dan keliru dengan mengatakan bahwasanya perkara ini harusnya adalah Wanprestasi bukan Perbuatan Melawan Hukum.

Perlu diketahui, dalam kesimpulannya majelis hakim menolak seluruh gugatan para tergugat dan menolak Eksepsi para tergugat, dan bukan menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima (NO).

Baca Juga