oleh

Pengamat: Ahok Semakin Panik Jelang Pilkada

Jakarta, Akuratnews.com – Cagub nomor urut 3, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dianggap semakin panik menjelang pelaksaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang bakal berlangsung 15 Ferbuari 2017 mendatang.

Saking paniknya, Ahok melecehkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin. Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dianggap oleh Ahok sebagai saksi yang tidak netral dan berbohong saat memberikan kesaksian dalam sidang penistaan agama yang berlansung di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Ketua Dewan Pembina Humanika, Andrianto Sip mengatakan apa yang terjadi dipersidangan terkait surat Al Maidah ayat 51, itu semakin mengkonfirmasi bahwa Ahok bakal kalah dalam pertarungan pesta demokrasi lima tahunan di Ibu Kota Indonesia ini.

“Apa yang terjadi dalam persidangan kemarin menunjukan Ahok sedang masuk kepusaran palung yangg paling dalam. Ahok panik waktu berkejaran tiggal hitungan hari pencoblosan, sementara dari semua survey belum ada yang menunjukan Ahok menang satu putaran (termasuk survey ahokers/Indikator, Populi Center dan SMRC),” ujar Andrianto kepada Akuratnews.com, Rabu (1/2/2017).

Menurut Andrianto, Pilkada DKI pasti dua putaran jika melihat hasil survey. Dia menebak, jika Pilkada dua putararan suara warga DKI Jakarta secara akumulatif berpihak kepada lawan Ahok. Rival politik Ahok pada Pilkada DKI ini adalah Agus-Sylvi dan Anis-Sandiaga.

“Sebagaimana sunatullah warga gandrung perubahan, tentu warga pilih orang baru sebagai gubernur DKI,” pungkasnya.

Andrianto menambahkan, selain panik, Ahok telah melakukan blunder secara fatal. Hal ini terjadi karena ibrar orang main bola dia terlalu bernafsu mencetak goal di injury time, tapi gawang Ahok sendiri kebobolan dengan goal bunuh diri. Menurut Andri, hal semacam ini menjadi “fatal actraction” yang melah membenamkan Ahok sendiri.

Ada dua hal yang menurut Andrianto membuat Ahok melekukan pecelehan kepada KH Ma’ruf Amin. Pertama, Ahok justru menghujam KH Ma’ruf Amin. Menurutnya, KH Ma’ruf Amin sebagai sosok agamis dan pemimpin ormas terbesar islam.

“itu sama saja Ahok tidak mengerti fatsun bahwa KH Ma’ruf Amin tokoh informal terkuat di luar lembaga negara. Apalgi posisi Ahok yang sedang menanti vonis bukanya ciptakan empati justru kontroversi,” katanya.

Yang kedua adalah Soal sadapan telpon SBY dengan KH Ma’ruf Amin. Pernyataan Ahok ini, kata Andrianto, jelas bukan perkara main main.

Dia mempertanyakan darimana Ahok memperoleh informasi ini. Atas dasar apa informasi digali terus apakah SBY dan KH Ma’ruf Amin begitu krusial sehingga harus disadap. Jika demikian, jelas Ahok harus berusan dengann pihak penegak hukum.

“Bukankan penyadapan hanya domain negara? Kalaupun Ahok sekedar move, tentu ungkapan Ahok memperlihatkan Ahok sosok yang blauffing : menghalalkan segala cara untuk peroleh tujuan meski itu menodai aspek legal hukum yang mencari pembuktian bukan pembenaran,” katanya.

Menurut Andrianto, warga semakin tahu siap sebenarnya Ahok ini. Dikatakannya, tentu warga makin menilai sosok Ahok makin diperlihatkan wujudnya.

Sudahi drama Ahok ini dengan mempercepat sidangnya dengan kata putus sebagaimana terdakwa kasus penista agama terdahulu yakni Hukuman penjara semaksimal mungkin. (Ahyar)

Loading...

Komentar

News Feed