oleh

Pengamat : BTN Akan Menjadi Penguasa Pangsa Pasar KPR ber Subsidi Di Tahun 2017

Jakarta, Akuratnews.com – Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Ekonomi BUMN Ferdinand Situmorang. SE, mengatakan, keputusan RUPS Bank Tabungan Negara (BTN)  pada Jumat 17 maret 2O17 lalu, memutuskan beberapa keputusan satu diantaranya merubah susunan direksi BTN sebagai upaya untuk memberikan tenaga baru yang fresh untuk menambah speed kinerja BTN yang memiliki tugas untuk mendukung program pembangunan satu juta rumah sebagai salah satu program Nawacita Presiden Joko Widodo untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berpenghasilan rendah dan menengah.

Ferdinand menjelaskan, pemberhentian beberapa Direksi Bank BTN dalam RUPS tersebut sangat tepat diambil oleh para pemegang saham BTN dalam hal ini pemerintah dan masyarakat pemegang saham BTN ingin kinerja BTN lebih baik lagi.

“Karena akan punya pengaruh pada dividen yang dibagikan ke pemegang saham bank BTN, walaupun direksi yang baru diganti juga bekerja dengan baik,” kata Ferdinand dalam keterangan tertulis yang diterima Akuratnews.com, Kamis (23/3/2017).

Dari Hasil RUPS juga melaporkan pada pemegang saham BTN terkait aktivitas PKBL atau CSR   BTN yang dijalankan selama ini sangat banyak membantu perekonomian masyarakat seperti mendukung pengembangan kawasan ekonomi khusus Mandalika NTB dengan penataan lingkungan, pengembangan SDM dan pembangunan ekonomi, Hal ini sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo agar BUMN seperti BTN yang sudah merealisasikan mengunakan dana PKBL untuk membantu pembangunan didaerah daerah luar Pulau Jawa.

Menurutnya, kemudahan dari pelayanan BTN kepada Nasabah khususnya nasabah yang akan mengajukan kredit kepemilikan rumah untuk jenis rumah bersubsidi dinilai sangat cepat dan baik dalam pelayanan dan sangat lancar, Hal ini dirasakan oleh para pekerja pabrik, pedagang pasar serta masyarakat pada kelas menengah Ke bawah. Hal ini didapat dari hasil Penelitian Yang dilakukan Pusat Kajian Politik -Ekonomi BUMN dalam dua tahun terakhir ini

Pusat Kajian Politik Ekonomi BUMN memperkirakan tahun 2017 akan menjadi tahun menuju tahun Ke emasan  BTN dalam Industri Perbankan hal ini didasarkan pada kinerja BTN yang didasarkan pada  Sejak 2015 perseroan telah ditunjuk sebagai Bank pelaksana program sejuta rumah untuk rakyat. Hal ini tentu saja dikarenakan reputasi BTN yang sangat baik dalam pembiayaan KpR. pangsa pasar pembiayaan KpR subsidi  BTN sebesar 98%.

Dua tahun terakhir yang sangat memuaskan kinerja sekalipun dalam dua terakhir ini terjadi perlambatan  pertumbuhan Ekonomi nasional

BTN dprediksi akan terus meningkatkan laba dan meningkatkan besar aset BTN ini sejalan dengan pengolahan BTN yang semakin efisiensi dimana Biaya operational bank BTN akan lebih kecil dibandingkan Pendapatan operational, hal disebabkan karena kinerja  BTN yang memuaskan dalam pencairan kredit rumah bersubsidi dikalangan masyarakat yang berpenghasilan  Rp 5 juta hingga Rp 7 juta  perbulan dikalangan Buruh, Tani, Nelayan  secara otomatis para Buruh, Tani dan Nelayan akan mempromosikan kemudahan berurusan di BTN kepada teman teman lainnya artinya biaya promosi akan menjadi lebih turun.

Sehingga di masyarakat  BTN seperti Bank nya BURUH TANI NELAYAN ( BTN ) karena 98 persen kredit bank BTN lebih banyak diberikan untuk KPR bersubsidi

Tahun 2017 dengan backlog Perumahan nasional yang diprediksi mencapai 15 jutaan dan lajunya pembangunan infrastruktur serta diikuti pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan akan tumbuh dikisaran 5,2 hingga 5,3 persen menurut World bank bukan tidak mungkin akan mencapai 6 persen sesuai harapan Presiden Joko Widodo .

“Maka akan terjadi peningkatan Pembelian Rumah Bersubsidi oleh masyarakat dan tentu ini jadi sebuah pangsa Pasar bagi Bank BTN dan bisa jadi pangsa Pasar bank BTN di sektor pemberian kredit Perumahan akan mencapai 45 persen di sektor Industri Perbankan,” jelasnya. (Agus)

Loading...

Komentar

News Feed