Pengamat : Hantu G30S PKI Dipelihara Politisi Untuk Saling Menjatuhkan

Jakarta, Akuratnews.com - Pasca orde baru tepatnya di era reformasi ini, sebagian politisi masih saja menjadikan issue G30S PKI sebagai menu tahunan untuk kepentingan politiknya masing-masing.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute Karyono Wibowo menanggapi bahwa isu kemunculan PKI sendiri rasanya sulit reda dan akan terus muncul setiap tahunnya.

Hal ini terjadi lantaran, isu ini terus dikelola oleh pihak-pihak tertentu, meski bangsa Indonesia telah memasuki masa reformasi

"Kenapa terjadi terus, ya karena dikelola. Isu itu dikelola, lalu pascareformasi, isu PKI tak berhenti karena terus dikelola oleh elite politk untuk tujuan tertentu," ujarnya kepada akuratnews.com melalui pesan singkat pada Rabu(29/9).

Karyono menambahkan, dia menilai para elite politik itu dengan sadar memelihara hantu-hantu PKI untuk menakut-nakuti, hingga menarik keuntungan melalui simpati masyarakat akan peristiwa yang terjadi di masa lalu, yang kebenarannya pun sebenarnya sudah sangat tumpang tindih.

"Isu tentang PKI, komunisme terus mencuat di tengah publik itu kenapa terjadi dan kenapa berlangsung secara terus menerus, karena isu itu dikelola. Dikelola oleh sejumlah elite politik yang gunakan isu PKI, menjadikannya instrumen propaganda untuk mendowngrade atau menjatuhkan lawan politik," imbuhnya

Karyono pun kembali menjelaskan bahwa Isu PKI ini erat dengan rezim Orde Baru yang selalu mempropogandakannya lewat pemutaran film Pemberantasan G30 S PKI yang diperankan oleh mendiang Amaroso Katamsi kepada pelajar-pelajar di seluruh Indonesia.

Namun semenjak era reformasi kebijakan itu dihentikan oleh Letjen (purn) Yunus Yosfiah dengan persetujuan Presiden BJ Habibie. Kemudian pemutaran film ini coba diangkat kembali tiga tahun belakangan ini saat panglima TNI dijabat Jend (Purn) Gatot Nurmantyo

Karyono menilai tak ada jalan untuk menghentikan isu ini. Sebab kata Karyono masih ada pihak yang merasa memerlukan isu ini demi kepentingan mereka. Walaupun dinilainya tak efektif, namun tetap saja ada yang memakai propaganda kebangkitan PKI sebagai isu setiap tahunnya.

"Sebenarnya propaganda ini untuk jatuhkan lawan politik itu selalu gagal. Propaganda yang dilakukan tidak lagi efektif, Sebenarnya gagal, tetapi selalu muncul lagi. Saya juga heran kenapa isunya selalu didengungkan dan digunakan untuk jatuhkan lawan politik."imbuhnya

Oleh karena itu, tak heran Karyono pun memandang pihak-pihak yang masih mengenduskan isu PKI untuk menjatuhkan lawan politik adalah orang yang tak kreatif.

"Saya lihat enggak kreatif. Mestinya belajar dari pengalaman. Kenapa isu itu gagal. Ada realitas yang berubah. Mestinya ini menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak yang menggunakan isu PKI untuk propaganda politik,"ujar Karyono.

Baca Juga