Pengamat Intelijen: Berdasarkan Info Intelijen, Pelantikan Jokowi Optimis Aman

Stanislaus Riyanta, Pengamat intelijen dan Keamanan (Paling Kiri) saat diskusi Publik yang digelar IPI di Menteng Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019). Foto: Hugeng Widodo/Akuratnews.com.

Jakarta, Akuratnews.com - Sejumlah peristiwa jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober memicu kekhawatiran publik, diantaranya peristiwa kerusuhan Wamena, peristiwa aksi unjuk rasa Mahasiswa dan insiden penusukan Menko Polhukam direspon oleh Dr (Cand) Stanislaus Riyanta, Pengamat Intelijen & Keamanan.

Stanislaus Riyanta mengatakan, situasi jelang pelantikan pada tanggal 20 Oktober nanti telah diprediksi oleh intelijen. Hasilnya, prediksi intelijen pelantikan Jokowi optimis aman.

"Karena dari berbagai peristiwa termasuk peristiwa penusukan dari kelompok radikal tidak ada hubungannya dengan pelantikan presiden." kata Stanislaus Riyanta dalam diskusi publik yang digelar oleh Indonesian Public Institute (IPI) dengan tema "Menakar Situasi Polhukam Menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI" di Bilangan Menteng Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Menurut Stanislaus, mereka (kelompok radikal penusuk Wiranto) tidak peduli dengan pelantikan Jokowi. Kelompok penusuk Wiranto yang ditengarai sebagai kelompok JAD yang berafiliasi dengan ISIS, mereka saat ini beroperasi sendiri di daerah (negara) masing-masing.

"Sebab pasca dipukul mundurnya ISIS di Suriah, Kelompok itu dipaksa melakukan aksi-aksi di daerah daerah masing-masing dengan kelompok yang kecil sehingga sulit dideteksi." terang Stanislaus.

Apakah kemungkinan mereka akan melakukan gangguan atau berusaha melakukan penggagalan pelantikan Presiden?

Stanislaus berpendapat jika kelompok teroris itu hanya berusaha memanfaatkan acara pelantikan tersebut untuk membuat kegaduhan contohnya apa yang terjadi pada Insiden penusukan Wiranto.

"Polri sudah mengamankan dua orang bapak dan anak yang bisa dilihat sebagai perubahan pergerakan kelompok-kelompok tersebut menjadi pergerakan kecil-kecil." kata Stanislaus.

Menurut dia, adaptasi pergerakan kelompok radikal kini semakin sulit dideteksi. Stanislaus pun tidak yakin jika mereka akan melakukan teror di Jakarta. Stanislaus meyakini bahwa Jakarta, sebagaimana informasi intelijen, aman-aman saja.

Kendati begitu, Stanislaus berpendapat, sekalipun banyak pihak yang tidak setuju Jokowi dilantik, namun menurut dia, pelantikan akan berjalan sebagaimana sepatutnya.

"Saya yakin banyak yang tidak setuju Jokowi jadi presiden, tetapi saya yakin tidak akan bisa menggagalkan pelantikan 20 Oktober 2019." Tandas Stanislaus Riyanta. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga