oleh

Pengamat: Strategi Teroris di Indonesia Sudah Libatkan Perempuan dan Anak- anak

Jakarta, Akuratnews.com – Upaya polisi membujuk istri terduga teroris Husein alias Abu Hamzah sejak Selasa (12/03/2019) siang tak membuahkan hasil.

Kini, istri beserta dua anaknya juga diduga ikut meninggal dunia akibat ledakan bunuh diri yang dilakukan sang ibu pada Rabu (13/3) sekitar pukul 01.30 WIB. Abu Hamzah teridentifikasi berasal dari kelompok JAD yang berafiliasi dengan ISIS.

Pengamat Teroris Stanislaus Riyanta menilai, salah satu karakteristik aksi teroris dari kelompok yang berafiliasi dengan ISIS yaitu memang kerap mengorbankan perempuan dan anak- anak.

“Mereka tega melibatkan atau mengorbankan perempuan dan anak-anak dalam aksinya, meskipun itu keluarga dari pelaku,” kata Stanislaus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/3).

Tak hanya itu, kata Stanislaus, saat ini kelompok teroris di Indonesia haluan strateginya sudah mulai ada perubahan. Di mana kelompok ini beradaptasi menjadi unit yang lebih kecil termasuk tingkat keluarga.

“Ini adalah strategi untuk menghindari pelacakan dari aparat,” tuturnya.

Selain itu, gerakan terorisme model baru ini diduga cukup kuat berawal dari radikalisasi melalui media internet sehingga menghasilkan pelaku teror tunggal atau lone wolf, yang gerakannya sulit terdeteksi.

“Aksi yang dilakukan oleh keluarga atau pelaku tunggal diperkirakan akan terus menjadi bentuk aksi teror ke depan,” tuturnya.

Untuk itu, Stanislaus menyarankan pihak kepolisian lebih menggalakkan pencegahan agar mata rantai strategi teroris terputus.

“Jika tidak dilakukan pencegahan maka dampak yang terjadi jika sel tersebut beraksi bisa sangat besar,” tutup.

Jurnalis: Edi Suroso
Publisher: Ahmad

Loading...

Komentar

News Feed