Pengamat: Tidak Ada yang Baru Dalam Pidato Awal Jokowi

Jakarta, Akuratnews.com - Dalam pidato awal Presiden Jokowi di periode kedua pemerintahannya, Jokowi yakin dengan posisi Indonesia yang masuk 5 besar ekonomi dunia bisa menjadi modal untuk menyukseskan pembangunan di tengah melemahnya ekonomi global.

Tentu saja optimisme tersebut dilandasi oleh visi dan misi pembangunan yang berkesinambungan dan konsisten. Dalam pelaksanaan pembangunan, tentu diperlukan strategi kebijakan pembangunan yang mampu menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi selama lima tahun ke depan.

Faktor yang tidak kalah penting untuk mewujudkan harapan tersebut adalah kualitas dan integritas menteri dalam kabinet pemerintahan yang sesaat lagi akan diumumkan. Selain itu, diperlukan stabilitas politik dan keamanan sebagai salah satu syarat untuk mewujudkan agenda pembangunan yang diharapkan.

Pengamat politik dari Indonesia Public Institue, Karyono Wibowo, menilai isi pidato Jokowi mencoba membangun optimisme, tapi sejatinya secara substansi tak ada yang baru. Target yang disampaikan saat pelantikan, sudah sering disebut sebelumnya pada Agustus 2019.

"Poin-poinnya sudah ada dalam lima visi Jokowi," kata Karyono dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Minggu, (20/10/2019).

Karyono melihat, pada pidato kali ini, Jokowi kembali menyebut lima agenda strategis yang menjadi prioritas selama lima tahun ke depan.

Selain itu, Jokowi juga kembali menyinggung prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia, kelanjutan pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, transformasi ekonomi dengan melakukan berbagai inovasi, penggunaan teknologi yang mudah dijangkau dan mendobrak sistem lama yang tidak produktif menjadi produktif. Penekanan pemberdayaan ekonomi sektor UMKM juga menjadi perhatian serius.

"Saya mencoba menangkap pesan Jokowi memang akan fokus pada lima agenda strategis. Dia tidak ingin bergeser dari visi tersebut," tutur Karyono.

Meskipun demikian, lanjut Karyono, ada optimisme dalam pidato awal Presiden Jokowi di periode kedua pemerintahannya. Jokowi yakin dengan posisi Indonesia yang masuk lima besar ekonomi dunia bisa menjadi modal untuk menyukseskan pembangunan di tengah melemahnya ekonomi global.

"Dalam pelaksanaan pembangunan, diperlukan strategi kebijakan pembangunan yang mampu menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi selama lima tahun ke depan," ujar Karyono.

Faktor yang tidak kalah penting, kata Karyono, untuk mewujudkan harapan tersebut adalah kualitas dan integritas menteri dalam kabinet pemerintahan yang sesaat lagi akan diumumkan. Selain itu, diperlukan stabilitas politik dan keamanan sebagai salah satu syarat untuk mewujudkan agenda pembangunan yang diharapkan.

Penulis: Redaksi
Editor:Redaksi

Baca Juga