Pengangguran Lebih Banyak di Perkotaan Dibanding Pedesaan

Jakarta, Akuratnews.com - Wilayah perkotaan ternyata menyumbang angka pengangguran lebih tinggi dibanding pedesaan. Hal itu diketahui lewat data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS).

TPT sendiri adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja. Pada Agustus 2018, TPT di wilayah perkotaan sebesar 6,45 persen.

"Sedangkan TPT di perdesaan hanya sebesar 4,04 persen," ujar Kepala BPS, Suhariyanto saat jumpa pers di Gedung BPS, Jl. dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018).

Dibandingkan tahun lalu, TPT di perkotaan sendiri mengalami penurunan sebesar 0,34 persen. Sedangkan TPT perdesaan meningkat sebesar 0,03 persen.

Jika dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada Agustus 2018 masih mendominasi di antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,24 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,95 persen.

Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap, terutama pada tingkat pendidikan SMK dan SMA. "Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja," ucap Suhariyanto.

Hal itu menurutnya dapat dilihat dari TPT tingkatan SD ke bawah yang paling kecil di antara semua tingkat pendidikan, yaitu sebesar 2,43 persen. Dibandingkan kondisi setahun yang Ialu, peningkatan TPT hanya terjadi pada tingkat pendidikan Universitas, sedangkan TPT pada tingkat pendidikan lainnya menurun.

Kendati demikian, BPS menyebut jumlah pengangguran di Indonesia berkurang 40 ribu orang dibanding Agustus 2017 lalu menjadi sebanyak 7 juta orang. Hal itu sejalan dengan TPT yang turun menjadi 5,34 persen pada Agustus 2018. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga