Pengaruh Medsos Jadi Faktor Gugatan Cerai di Sinjai

Sinjai, Akuratnews.com - Pengadilan Agama Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mencatat kasus gugatan perceraian sebanyak 359 perkara. Dari jumlah perkara ini, 7 perkara yang belum mendapat putusan Pengadilan Agama, terhitung Januari hingga Desember 2020.

Demikian diungkap Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Sinjai, H. Arifin saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (6/1/2021).

Menurutnya, pengajuan gugatan cerai didominasi oleh pihak pemohon perempuan dibanding pemohon laki-laki.

"Yang mengajukan gugatan cerai talak pemohon perempuan sebanyak 285 perkara, namun yang mendapat putusan 283 perkara, menyisakan 2 perkara yang juga masih berproses. Sedangkan pemohon laki-laki sebanyak 74, lalu sudah mendapat putusan 69 perkara, menyisakan 5 perkara yang masih berproses sampai hari ini. Jadi total yang sudah diputuskan sebanyak 352 perkara," ungkapnya.

Soal usia dan faktor yang menonjol penyebab gugatan pemohon kata Arifin, rata-rata umur 30 hingga 50 tahun yang disebabkan masalah ekonomi dan kurangnya perhatian pasangan.

"Faktor lain yang menjadi penyebab perceraian diantaranya pengaruh media sosial. Kedepan mungkin media sosial mempunyai pengaruh besar terhadap hubungan pasangan suami istri," terangnya.

Arifin kemudian berharap kepada masyarakat Kabupaten Sinjai, agar kiranya mematuhi segala hak dan kewajibannya dalam berumah tangga, supaya didalam kelangsungan berkeluarga berjalan dengan baik.

"Ketika terjadi hal-hal yang menjadi menyebabkan suatu pertengkaran, maka itu jangan diselesaikan dalam rumah, jangan disimpan permasalahan berlama-lama, dan menghindari hal-hal yang bisa memicu pertengkaran oleh pengaruh medsos serta lain sebagainya," harapnya.

"Nafkah itu adalah hak dan kewajiban suami. Ketika suami berkerja semampunya namun tetap penghasilannya tidak seperti apa yang tidak diinginkan, maka diharapkan pihak istri untuk bersabar dan berusaha bersama-sama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga," imbuhnya.

Penulis: Ashari

Baca Juga