Pengelola Meikarta Lakukan Perubahan Besar-besaran. Mulai Dari Posisi Direksi Hingga Pergantian Logo

Pasca dililit dugaan kasus korupsi, tak mudah bagi PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) pengelola proyek Meikarta untuk mengubah persepsi negatif pasar. Untuk itu berbagai upaya dilakukan pihak pengelola mulai awal 2020 ini.

Jakarta, Akuratnews.com - Beberapa waktu lalu kasus miring seperti mencuatnya tindak pidana korupsi membelit pejabat di Pemprov Jawa Barat terkait pembangunan Mega proyek Meikarta.

Kini setelah kasus reda, sejumlah perbaikan dilakukan oleh pengelola proyek Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU).

Perubahan fundamental pertama dilakukan pada jajaran Direksi PT MSU yang kini didominasi anak muda.

Perubahan kedua dilakukan pada logo Meikarta. Dengan adanya perubahan pada logo baru itu diharapkan dapat meyakinkan masyarakat bahwa Meikarta bersungguh-sungguh mewujudkan hunian impian sesuai visi misi awal mereka.

"Logo baru, menunjukkan bahwa ini lah Meikarta yang baru, kita ingin menyelesaikan visi misi Meikarta yang dari awal sudah ditetapkan, kami harap kami bisa mewujudkan itu semua, tidak sekedar membangun, tapi membangun hunian yang bagus, memuaskan para pembelinya," ujar President Director MSU Reza Chatab, dalam sambutannya di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Dengan diluncurkannya logo baru tersebut juga sebagai upaya memperkuat komitmen pengelola proyek ini untuk menyelesaikan seluruh unit nya dan segera dapat diserahterimakan kepada pembeli.

"Kita selama ini terus membangun, meski sempat dipertanyakan, bahkan ada yang berfikir ini proyeknya sudah berhenti, padahal jalan terus, nah dengan logo baru ini, kita mau mempercepat lagi pembangunan Meikarta," tambahnya.

Pada logo baru kali ini, Meikarta tetap memilih huruf kapital M sebagai pusat brandingnya. Akan tetapi, untuk logo kali ini, Meikarta merubah warna dasar logonya itu dengan menambahkan visual segitiga emas di sudut kiri logo tersebut.

Sisi logo baru Meikarta yang berwarna warni, terdiri dari warna emas, orange, dan merah melambangkan semangat baru dan optimisme untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat tidak hanya lewat infrasktruktur namun juga tingkat kehidupan yang lebih baik.

Sedangkan, visual segitiga emas melambangkan tekad baru untuk terus fokus mewujudkan visi Meikarta untuk menghadirkan hunian kota modern dan yang terjangkau bagi seluruh keluarga Indonesia.

Progres pembangunan Meikarta sendiri sejauh ini sudah sampai level topping off untuk 22 tower di district 1 dari total 28 tower.

Rencananya, bulan depan, seluruh tower di district tersebut sudah di-topping off sehingga pada pertengahan 2020 ini, seluruh unit sudah bisa diserahterimakan kepada pembeli. Saat ini, baru 400 unit yang sudah diserahterimakan kepada pembeli.

Tahun ini, Meikarta juga akan mempercepat pembangunan district 2 yang terdiri dari 30 tower.

Penulis: Alamsyah

Baca Juga