Dampak Pandemi Covid 19

Pengembangan Konsep Digital Kampus Dilakukan UNIS Tangerang

Guru besar UNIS Prof Ace Suryadi, sumber Humas UNIS.
Guru besar UNIS Prof Ace Suryadi, sumber Humas UNIS.

AKURATNEWS - Pengembangan konsep digital kampus sedang digarap Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang. Hal tersebut bertujuan guna meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi tantangan era industri 4.0 dengan ancaman disrupsi berbagai bidang akibat pandemi Covid 19.

Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIS, Prof Ace Suryadi dalam keterangan resminya kepada akuratnews.com saat orasi ilmiah perayaan milad ke-55 UNIS Tangerang, Rabu 14 April 2021 kemarin mengatakan, saat ini universitas di manapun menghadapi tantangan yang nyata selama masa pandemi COVID-19.

Untuk itu disiapkan "UNIS Digital Kampus" sebagai upaya mendorong terwujudnya kampus sebagai lingkungan yang nyaman untuk belajar dan masing-masing bagian kampus terkoneksi secara digital. UNIS Digital Kampus lebih dari sekadar kumpulan aplikasi, platform, atau infrastruktur yang dibangun menjulang tinggi di Kampus.

UNIS Digital Kampus memerlukan kerangka strategis yang bergerak dalam ekosistem digital dengan infrastruktur teknologi informasi, konektivitas yang kuat, platform pembelajaran online (LMS dan LXP) serta program-program pelatihan dan pengembangan dosen untuk mengembangkan platform, konten dan model penyajian yang menarik dalam pembelajaran online.

"Teknologi baru yang terupdate sangat dibutuhkan agar dapat mengembangkan kampus masa depan, yang didukung oleh sistem pengelolaan berbasis digital yang kait-mengkait secara selaras dengan struktur dan proses sebuah institusi untuk menciptakan masyarakat kampus yang cerdas," katanya.

Ace mengatakan, untuk menuju UNIS digital kampus perlu disiapkan sejumlah komponen cerdas yang tidak terbatas seperti digital student (mahasiswa digital), digital classroom and labs (kelas dan laboratorium masa depan), digital teaching and research (pembelajaran dan riset), digital student administration (administrasi kemahasiswaan), digital housing and dining (pengadaan logistik dan layanan), digital mobility (mobilitas kampus dan sistem penyelamatan), digital events (kegiatan, logistik dan pelayanan), digital operations (operasional kampus dan bangunan), digital stadiums (constituent experience and operations).

"UNIS tidak mungkin dapat sekaligus mengembangkan dan merancang sembilan kluster tersebut. Namun yang paling prioritas adalah komponen satu hingga empat sebagai kluster akademik yang langsung berkaitan dengan core business dalam UNIS Digital Kampus. Kluster akademik tersebut perlu dibangun di dalam suatu kesatuan yang terkoneksi dengan tiga kluster lainnya di mana UNIS sebagai central-hub bagi semua kluster yang terkoneksi," katanya.

Rektor UNIS Tangerang Prof Mustofa Kamil menjelaskan ada tiga sistem pembelajaran yang telah ditetapkan selama masa pandemi yakni hybrid, mix dan full daring.

Untuk hybrid sistem, dosen memberikan modul kepada mahasiswa dan pembelajaran secara daring dari kehadiran hingga pelaksanaan ujian. Untuk mix sistem adalah gabungan belajar daring dan luring sebagai antisipasi mahasiswa tak mendapat jaringan internet. "Kalau full daring, pastinya kita lakukan saat PSBB dan PPKM diterapkan dan hal tersebut telah berjalan dan akan kita tingkatkan ke depan agar mutunya diperoleh," katanya.

Selain itu, UNIS Tangerang juga akan melakukan kolaborasi dan sinergi bersama dunia usaha untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sesuai keinginan masyarakat saat ini. Maka itu riset dan penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa kedepan harus sesuai dengan kebutuhan zaman.

"Perubahan karakter dan kondisi lingkungan harus disiapkan jawabannya. UNIS bertekad untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan menyiapkan lulusan unggul dengan karakter disiplin, rukun dalam kehidupan sosial dan beragama serta belajar yang inovatif," katanya.

Penulis: Angger Gita

Baca Juga