Pengembangan Nuklir untuk Bidang Pertanian Diharapkan Membuahkan Hasil

Cak Nur bersama Darmansjah Djumala dan Hendig Winarno saat berada di lahan sawah Desa Pilang, Wonoayu, Sidoarjo. (foto: istimewa)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Nuklir dianggap sebagian orang, sangat membahayakan. Namun, bila nuklir ini dikembangkan, justru membawa keuntungan bagi kehidupan manusia.

Hal itu dikemukakan Duta Besar RI di Wina, Austria, Darmansjah Djumala, didampingi Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Hendig Winarno saat berkunjung ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dan disambut Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin, didampingi Staf Ahli, H. Mustain Baladan serta Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Handajani di Ruang Pertemuan Delta Wicaksana Setda Sidoarjo, Selasa (23/7/2019).

"Pengembangan teknologi nuklir ini kali pertama dibuktikan dua peternak sapi asal Subang, Jawa Barat yang diundang ke Sidang PBB September 2018, guna menceritakan keberhasilannya dalam pemanfaatan nuklir di bidang peternakan," katanya.

Apabila, sambung Darmansjah, pemanfaatan nuklir di bidang peternakan tersebut terbilang berhasil, pihaknya pun berharap pengembangan nuklir untuk bidang pertanian, juga bisa membuahkan hasil.

Sebagaimana dipaparkan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Handajani, setahun lalu, Pemkab Sidoarjo bekerja sama dengan BATAN dalam sektor pertanian, telah mengembangkan penangkaran Padi dengan jenis benih Sidenuk (Si Dedikasi Nuklir) dan Mugibas (Mugtan Unggul Iradiasi Batan).

"Benih ditanam di lahan seluas 0,3 hektar, lalu panen Mei 2018 dan menghasilkan 3.800 kg gabah kering panen. Kemudian, diolah menjadi benih 3.100 kg gabah kering giling. Selanjutnya, benih didistribusikan ke 21 titik di 17 kecamatan, dengan lahan seluas 64 hektar tahun ini," terangnya.

Kemudian, Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir BATAN, Hendig Winarno menjelaskan, yang membedakan padi hasil teknologi nuklir, yakni diteliti dengan radiasi, mengalami mutasi genetik hingga menghasilkan padi yang memiliki kualitas baik.

"Kualitas padi yang baik, akan meningkatkan nilai produktivitas yang tinggi, tahan dari penyakit dan terasa lebih enak. Padi ini memiliki masa tanam yang sama dengan lainnya, Namun, kini BATAN sedang mengembangkan padi dengan masa tanam lebih cepat," ujarnya.

Selanjutnya, Wabup Nur Ahmad Syaifuddin, akrab disapa Cak Nur ini mengajak Dubes Darmansjah dan Deputi BATAN Hendig meninjau langsung dan berdiskusi bersama Kelompok Tani Desa Pilang, Wonoayu menerapkan benih padi Sidenuk dan Mugibas di lahan sawahnya.

Dikatakan Darmansjah, pengaplikasian sudah berjalan baik dan ke depannya perlu dikembangkan lebih lanjut, pihaknya akan bekerja sama dengan Pemkab Sidoarjo dan BATAN meninjau pengembangan teknologi nuklir sebagai bekal promosi hasil padi Sidoarjo.

"Pengaplikasian nuklir di sektor pertanian tersebut di lembaga forum dunia, PBB dan Lembaga Atom Dunia di Wina, Austria, diharapkan dapat meningkatkan sosial ekonomi desa di Sidoarjo, terutama produksi padi,” ucapnya.

Mengakhiri kegiatan kunjungan tersebut, Cak Nur berharap, semoga petani asal Sidoarjo yang diminta mewakili Indonesia ke Wina.

"Ya, untuk menceritakan kesuksesan penggunaan varietas padi unggul yang dikelola dengan teknologi nuklir ini," pungkasnya.

Penulis: Wachid Yulianto
Editor:Redaksi

Baca Juga