Pengenaan PPN Bahan Pangan Tak Manusiawi!

AKURATNEWS - Pemerintah berwacana mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada bahan pangan. Wacana ini jelas menjadi wacana kebijakan yang dipandang tidak manusiawi, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, saat daya beli masyarakat sedang turun drastis.

"Pengenaan PPN akan menjadi beban baru bagi masyarakat dan konsumen, berupa kenaikan harga kebutuhan pokok. Belum lagi jika ada distorsi pasar, maka kenaikannya akan semakin tinggi," tegas Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI di Jakarta, Kamis (10/6) .

Pengenaan PPN pada bahan pangan, lanjut Tulus, juga bisa menjadi ancaman terhadap keamanan pasokan pangan pada masyarakat.

"Oleh karena itu, wacana ini harus dibatalkan. Pemerintah seharusnya lebih kreatif, jika alasannya untuk menggali pendapatan dana APBN," tandas Tulus.

Menurut pandangannya, pemerintah bisa menaikkan cukai rokok. Dengan menaikkan cukai rokok, potensinya bisa mencapai Rp200 triliun lebih.

"Selain itu, akan berdampak positif terhadap masyarakat menengah bawah agar mengurangi konsumsi rokoknya dan mengalokasikan untuk keperluan bahan pangan," ucapnya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga