Pengguna Layanan Internet Melonjak, Dorong Inovasi Layanan Pos

Pengguna Layanan Internet Melonjak Serta Kondisi Pandemi Dorong Inovasi Layanan Pos
Pengguna Layanan Internet Melonjak Serta Kondisi Pandemi Dorong Inovasi Layanan Pos

Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono menjelaskan hasil utama dari survei Pengguna Internet Indonesia 2019-2020. Saat ini penetrasi pengguna internet Indonesia berjumlah 73,7%, naik dari 64,8% dari tahun 2018.

Menurut Sekjen APJII, jika digabungkan dengan angka dari proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) maka populasi  Indonesia tahun 2019 berjumlah 266.911.900 juta, sehingga pengguna internet Indonesia diperkirakan sebanyak 196,7 juta pengguna.

Jumlah tersebut naik dari 171 juta di tahun 2019 dengan penetrasi 73,7% atau naik sekitar 8,9% atau sekitar 25,5 juta pengguna. Kalau di tahun lalu naik 21 juta dan tahun 2020 naik 25,5 juta.

Pandemi ini nyatanya turut mengakselerasi layanan pos untuk berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Hal ini juga harapannya menyokong kebutuhan masyarakat sekaligus menopang pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Merayakan Hari Pos Dunia

Berdasarkan situs resmi PBB, awalnya, tanggal 9 Oktober merupakan hari peringatan berdirinya Universal Postal Union (UPU) pada tahun 1874 di Ibukota Swiss, Bern. Universal Postal Union (UPU) merupakan badan khusus PBB yang berfokus dalam mengkoordinasikan kebijakan pos di antara negara-negara anggota.

Lalu dalam Kongres UPU yang diadakan di Tokyo, Jepang pada tahun 1969, Hari Pos Sedunia pertama dicetuskan jatuh pada tanggal 9 Oktober.

Semenjak itu, negara-negara di seluruh dunia berpartisipasi setiap tahunnya dalam perayaan tersebut. Kantor pos di berbagai negara menggunakan acara tersebut untuk memperkenalkan atau mempromosikan produk dan layanan pos baru.

Adapun tema Hari Pos Sedunia tahun ini adalah "Innovate to Recover". Inovasi Pos, dan ketahanannya dalam melayani masyarakat ini lah yang dirayakan dalam peringatan Hari Pos Sedunia tahun ini.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Riska M

Baca Juga