Kriminal

Penipuan Berkedok Rekruitmen CPNS Gasak Miliaran Rupiah

Jakarta, Akuratnews.com - Subdit I Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap Aparatur Sipil Negara (ASN) gadungan. Penangkapan terkait penipuan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2010-2018 kategori II atau honorer.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, atas laporan yang di terima pihak kepolisian dari tahun 2015 sampai 2018. Polisi berhasil mengamankan tersangka H alias HB, pada hari senin 29 Juli 2019 dirumah kontrakannya di daerah Pulogadung Jakarta Timur.

"Pelaku Drs H alias Bima, 57 tahun. Kita tangkap di rumah kontrakannya Jalan Jatiraya Nomor 27, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Senin, 29 Juli 2019," kata Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa, (13/08/2019).

"Tapi pelaku ini mengaku telah melakukan aksi penipuannya sejak Juni 2010 hingga Juni 2018. Korban diakui 99 orang, keuntungannya Rp5,7 miliar," ujar Argo.

Modus operandi tersangka, kata Argo, memanfaatkan tanda pengenal sebagai PNS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta kartu akses ke kantor Kemendikbud yang diduga palsu.

Pelaku juga mengaku mempunyai kenalan pejabat di Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Pelaku selalu berpakaian perlente, dia menggunakan jas. Jadi, orang percaya dia pegawai Kemendikbud," tutur Argo.

Argo menyebut 99 korban tidak hanya warga Jakarta, tapi juga daerah. Ada Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten.

"Dia mendapatkan data pegawai honorer dari internet. Kemudian di berkomunikasi dengan korban dengan mengajak bertemu di lantai 3 gedung Kemendikbud," ucap Argo.

Argo menyebut, 99 korban yang tertipu telah menstransferkan dana dari Rp50 juta hingga Rp100 juta. Korban diiming-iming pengangkatan sebagai PNS.

Di tempat yang sama Kabiro Sumber Daya Manusia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayan RI, Agam menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak percaya kepada oknum tertentu yang dapat membantu atau menjadi perantara menjadi CPNS dengan imbalan sejumlah uang.

Agam menambahkan, Penerimaan CPNS, atau Pegawai pemerintah dengan Perjanjian kerja (PPPK), pendaftaranya sudah melalui online, dengan seleksi yang sudah ditentukan tidak ada pertemuan tatap muka semuanya dengan internet. Dan berkordinasi dengan panitia Seleksi nasional dan pengumuman secara transparan.

"Setelah pengumuman, peserta akan di administrasi di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk mendapatkan NIK atau Nomor Induk Pegawai. Dan kementerian terkait yang akan langsung mengurus SKnya," tegasnya.

Atas perbuatannya tersangka di jerat pasal 378 KUHP tentang penipuan atau penggelapan dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun.

Penulis: Suroso
Editor: Redaksi

Baca Juga