Penjelasan BIN Terkait 41 Masjid yang Terpapar Paham Radikal

Jakarta, Akuratnews.com - Juru Bicara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto mengatakan, temuan 41 Masjid di lingkungan pemerintah terpapar radikalisme merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Nahdlatul Ulama (NU).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Arief Tugiman, Kasubdit di Direktorat 83 BIN, dalam diskusi Peran Ormas Islam dalam NKRI, di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Jakarta, Sabtu (17/12).

Survei P3M NU itu pun kemudian didalami dan dilakukan penelitian lanjutan oleh BIN.

"Yang hasilnya disampaikan kepada BIN sebagai early warning dan ditindaklanjuti dengan pendalaman dan penelitian lanjutan oleh BIN," ungkap Wawan di Restoran Sate Pancoran, Selasa (20/11/2018).

Ia mengungkapkan, keberadaan masjid di Kementrian/Lembaga dan BUMN perlu dijaga agar penyebaran ujaran kebencian terhadap kalangan tertentu melalui ceramah-ceramah agama tidak mempengaruhi masyarakat dan mendegradasi Islam sebagai agama yang menghormati setiap golongan.

Wawan menyebut, ada 50 penceramah di masjid lingkungan pemerintah menyebarkan konten kebencian.

"Konten ceramahnya, jadi bukan masjidnya yang radikal," tuturnya.

Selanjutnya, kepada 50 penceramah dilakukan pemberdayaan da'i untuk dapat memberikan ceramah yang menyejukkan dan mengkonter paham radikal di masyarakat.

"Hal tersebut adalah upaya BIN untuk memberikan early warning dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, tetap menjaga sikap toIeran dan menghargai kebhinekaan," pungkasnya. (Yan)

Penulis:

Baca Juga